Abu Deras Sebabkan Sebagian Kota Terhenti Terendam Banjir

, , Leave a comment

SEDIKITNYA lima desa dan empat kelurahan di Kabupaten Sampang Jawa Timur, terendam banjir akibat luapan Kali Kemuning dan Kali Panyepen. Banjir berlangsung sejak Kamis (10/12) dini keadaan. Lima desa itu antara lain Desa Kemuning, Pangilen, Pasean, Stan dan Gunung Maddah.

Sementara empat kelurahan yang menimbrung tergenang antara lain Kelurahan Rong Tengah, Dalpenang, Karang Dalam serta sebagian Kelurahan Gunung Sekar. Selain itu, jalan provinsi di Kecamatan Jrengik ikut tergenang hingga membuahkan kemacetan di jalur utama antar kabupaten du Madura.

Banjir di Sampang terjadi setelah hujan deras mengguyur selama sehari pada Rabu (9/12). Kali Kemuning dan Kali Panyepen tidak dapat menampung air hingga meluap ke wilayah di sepanjang hilir kedua sungai utama.

Ekspresi makin meluas hingga menggenangi dekat seluruh wilayah Kota Sampang. Di beberapa lokasi, tinggi genangan menyentuh 1 meter lebih, diantaranya pada Jalan Mawar, Jalan Delima & persimpangan Jalan Imam Bonjol, hingga kawasan pertokoan di pusat kota lumpuh total.

Sejumlah warga mengungsi ke beberapa lokasi yang disiapkan pemerintah setempat, diantaranya ke Pasar Srimangunan di Kelurahan Gunung Sekar. Dapur umum didirikan di empat titik untuk positif warga yang terdampak, antara asing di Kelurahan Rong Tengah, Desa Pangilen, Desa Pasean dan di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Sampang.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Sampang, Erwin, mengatakan bantuan makanan tersebut akan didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak melalui per RT. “Bantuan makanan akan didistribusikan dua kali dalam sehari, yaitu siang dan malam, ” logat Erwin.

Selain negeri permukiman dan persawahan, banjir selalu menggenangi sejumlah pondok pesantren dalam Sampang. Terdapat empat ponpes besar di Sampang yang ikut terhenti, antara lain Ponpes Assirojiyah, Attanwir, Darul Faizin di Kelurahan Rong Tengah dan Ponpes Tahfidzul Alquran Almansur di Kelurahan Dalpenang. (R-1)