Akhir Desember, Kepastian Izin Liga 1 dari Kepolisian

, , Leave a comment

MENJELANG kembali bergulirnya kompetisi Liga 1 pada Februari mendatang, PT LIB (Liga Indonesia Baru) berencana untuk cepat audiensi dengan pihak kepolisian pasca pilkada. Audiensi itu guna buat memastikan apakah PT LIB jadi operator kompetisi sepak bola nasional dapat memperoleh izin dari bagian kepolisian untuk menyelenggarakan Liga satu.

Izin kepolisian itu sangat penting, sebab tanpa permisi dari pihak kepolisian Liga 1 dan Liga 2 tidak mampu digulirkan. Tanpa izin, pihak PT LIB pun tidak dapat menyusun jadwal pertandingan dan tanggal pasti kompetisi dapat diselenggarakan.

“Untuk kepastian jadwal, rencananya sesudah pilkada kita akan merapat teristimewa kepolisian untuk menanyakan kejelasan. Kita mengharapkan akhir Desember sudah tersedia kepastian, ” terang Direktur Pokok PT LIB Akhmad Hadian Lukita kepada Media Nusantara , Rabu (9/12).

Salah satu pertimbangan Akhmad adanya kepastian izin kepolisian pada Desember ini guna mempersiapkan pelaksanaan Bon kedepannya. Menurutnya klub dan para pemain membutuhkan waktu setidaknya utama bulan sebelum kompetisi resmi dimulai kembali.

Ia membuktikan untuk audiensi tersebut diharapkan sanggup dilangsungkan pada minggu depan. Saat ini pihak PT LIB telah berkirim surat untuk permohonan audiensi.

Dalam kesempatan berbeda Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan untuk izin ini pihak PSSI memang tidak bisa mendesak. Hal tersebut sangat tergambar masa dua kali pengajuan kelanjutan sayembara pada Oktober dan November kemarin.

“Kalau komunikasi dibanding PSSI kami terus lakukan, sebab kami kan bekas polisi serupa. Pak Sudjarno direktur operasional sudah menghadap kemana mana, tetapi kita tidak bisa memaksa karena itu hak pak Kapolri, mungkin tersedia pertimbangan lain

Iriawan pun mengakui bahwa penundaan itu memberikan dampak besar bagi persatuan peserta Liga. “Kerugiannya cukup besar, pertama dari kelangsungan hidup klub, bagaimana mereka bisa bertahan tengah dengan tidak adanya kompetisi tidak ada pemasukan baik dari cukong maupun tiket dan lainnya, ” ujar Iriawan.

Buat Februari pun belum diketahui apakah diizinkan atau tidak. Menurutnya bagian kepolisian yang lebih tahu soal hal itu. (R-2)