Anies Terlempar dari Tiga Besar

, , Leave a comment

SURVEI Polmatrix Indonesia menunjukkan level elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggeser Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Adapun elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih bertengger di posisi mula-mula dengan 18, 5% dukungan responden, turun sedikit dari survei Mei 2020 yakni 18, 9%.

Direktur Eksekutif Polmatrix Nusantara Dendik Rulianto mengatakan pada susunan kedua ada Gubernur Jawa Pusat Ganjar Pranowo dengan elektabilitas terbang tipis dari 13, 7% menjelma 13, 9%. Perubahan signifikan berlaku pada posisi ketiga yang sebelumnya diduduki Anies Baswedan.

Posisi ketiga kini ditempati Ridwan Kamil. Elektabilitas Anies turun daripada 12, 8% menjadi 10, 6%, sedangkan Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melonjak dari 7, 9% menjadi 11, 1%.

“Konfigurasi baru pertarungan elite kebijakan menampilkan tiga besar menuju 2024, yaitu Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kamil, ” kata Dendik dalam keterangan tertulis, serupa dilansir Medcom. id, kemarin.

Perubahan ini terekam pada periode empat bulan sejak inspeksi sebelumnya, Mei 2020. Prabowo & Ganjar makin mengukuhkan diri. Namun demikian, kenaikan elektabilitas Kang Emil yang menggeser posisi Anies lebih menarik untuk dicermati.

Menurut Dendik, rivalitas antara kedua kepala daerah yang bertetangga tersebut mendorong kompetisi dalam menelurkan kebijakan. Kang Emil lebih berhasil mendulang keuntungan secara elektoral ketimbang Anies.

Kondisi serupa berlaku pada kasus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Pemangku Kota Surabaya Tri Ris- maharini. Elektabilitas Khofifah sedikit turun lantaran 5, 6% menjadi 5, 2%, adapun Risma merosot dari 3, 0% menjadi hanya 1, 6%.

“Seperti halnya Termuda Emil, sosok Khofifah lebih dinilai positif jika dibandingkan dengan Risma, ” lanjut Dendik.

Figur lainnya relatif stabil seperti mantan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno yang turun sedikit dari 8, 6% menjadi 8, 4% dan Ketua Umum Kelompok Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sejak 2, 7% menjadi 2, 5%. (P-2)