Aparat Kebersihan Jadi Pintu Masuk

, , Leave a comment

PENGAMAT intelijen dan keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta mengatakan saksi seorang cleaning service yang diduga memiliki saldo Rp100 juta pada rekeningnya dapat menjadi petunjuk untuk mengungkap dalang di balik kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.

“Kalau misalnya dia sudah punya rekening besar gitu, justru yang dicari siapa mengirim. Dia hanya orang suruhan atau mungkin dia hanya orang yang dibayar. Serta ini menunjukkan ada akses, tersedia petunjuk, seandainya benar dia yang pelaku, ” kata Riyanta.

Menurutnya, penyidik perlu bekerja sama dengan pihak bank maupun Pusat Pelaporan dan Analisis Pembicaraan Keuangan (PPATK) untuk menelusuri deraian dana yang masuk ke rekening cleaning service tersebut.

Kabar mengenai rekening gendut cleaning service tersebut pertama kali diembuskan politikus PDIP Arteria Dahlan. Selain soal rekening, dalam rapat kegiatan antara Komisi III DPR RI dan Kejagung kemarin, Arteria serupa mempertanyakan soal akses yang dimiliki cleaning service tersebut sampai ke lantai 6 gedung Kejagung dengan menjadi sumber api kebakaran.

Cleaning service tersebut serupa diduga mendapatkan perlakuan istimewa karena selalu didampingi saat menjalani penjagaan. Menanggapi hal itu, Jaksa Besar Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejagung Fadil Zumhana menjelaskan kalau pendampingan dilakukan sebagai upaya memacu proses penanganan kasus.

Fadil mengatakan hal itu dikerjakan dengan berkoordinasi dengan Bareskrim Polri. “Itu bagian dari koordinasi di dalam proses penanganan perkara dan untuk mempercepat proses, ” katanya.

Menurut Fadil, pendampingan yang diberikan saat pemeriksaan saksi serupa telah sesuai dengan aturan. Peristiwa itu, lanjutnya, mengedepankan asas kehakiman sederhana, cepat, dan berbiaya ringan yang telah diatur dalam Teks Undang-Undang Hukum Acara Pidana.

Mitsubishi

Saat ini, kepolisian langsung berupaya mencari tersangka kasus kebakaran gedung utama Kejagung. Kepolisian berkoordinasi dengan PT Mitsubishi Electric Indonesia dalam mencari tersangka tersebut.

“Itu pabrik pembuat lift di gedung utama Kejagung, ” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.

Awi belum mau bicara penuh soal koordinasi itu. Semua fakta saksi tengah dikumpulkan penyidik untuk mencari tersangka dalam kasus itu. “Penyidik menyusun konstruksi hukum penyidikan kasus kebakaran ini, ” perkataan Awi.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo juga emoh bicara soal koordinasi dengan PT Mitsubishi Electric Indonesia. “Itu sudah masuk materi penyidikan, ” perkataan Ferdy.

Tim Penyidik Gabungan Polri, yakni Dittipidum Bareskrim Polri, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, dan Polres Metro Jakselarta saat ini telah memeriksa 42 saksi. Sebanyak 42 saksi itu diperiksa pada hari yang berbeda.

Sebesar 12 saksi diperiksa Senin (21/9). Saksi itu antara lain pramubakti, tukang, dan cleaning service. Lalu, ada 17 saksi yang diperiksa pada Selasa (22/9). Mereka yaitu staf Kejaksaan Agung, keamanan, mematok aparatur sipil negara (ASN).

Teranyar, penyidik memeriksa 13 saksi pada Kamis (24/9). Mereka yang diperiksa berasal dari berbagai pihak. Sebanyak tujuh saksi sebab pihak swasta, pekerja, cleaning service, ASN, dan jaksa di Kejagung. (Cah/Ant/P-1)