Awak Sulteng Diimbau Patuhi Ulama Selama Pandemi

, , Leave a comment

Kasus warga Sulteng yang positif terinfeksi virus corona (COVID-19) masih bertambah dua orang teristimewa sehingga posisi Rabu (22/4), sudah 29 warga Sulteng yang membangun COVID-19 berdasarkan hasil tes swab.

“Update data COVID-19 pada hari Rabu ini, jumlah kasus positif bertambah 2 sehingga total 29 kasus sesuai rilis data Gugus COVID-19 Nasional, ” kata Juru Bicara Pusat Keterangan dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Pemerintah Provinsi Sulteng, Muhammad Haris Kariming di Palu, Rabu petang.

Ia menjelaskan dari 29 orang, 3 dinyatakan sembuh, tiga meninggal dunia, 6 dirawat dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu, 1 di Rumah Sakit Umum (RSU) Madani Pemukul. Kemudian 4 dirawat di RSU Anutapura Palu, 1 di RSUD Kabupaten Poso, 1 di RSUD Mokopido Kabupaten Tolitoli, 2 dirawat di RSU Kabupaten Buol, satu di RSUD Kolonodale Kabupaten Morowali Utara dan 7 orang diisolasi mandiri di Makassar, Sulawesi Daksina.

“Jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) 176 orang & PDP (Pasien Dalam Pengawasan) 39 orang, ” ujarnya.

Haris menyatakan cara terbaik saat ini untuk memutus mata ikatan penyebaran dan penularan COVID-19 dalam Sulteng adalah dengan mematuhi imbauan pemerintah dan ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta organisasi keagamaan di antaranya tidak berkumpul di tempat umum & beribadah berjamaah di rumah ibadah.

Menurut dia, jika masyarakat masih tidak patuh dengan imbauan tersebut mustahil penyebaran dan penularan COVID-19 dapat terhenti.

“Kami berharap masyarakat taat dengan edaran dan instruksi pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Mari kita dukung Imbauan organisasi keagamaan, MUI, DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) agar pandemi penyebarluasan COVID-19 di Sulteng bisa ditekan, ” katanya berpesan.