Awas, Korban PHK Covid-19 Rawan Terpapar Terorisme!

, , Leave a comment

PANDEMI covid-19 berimbas pada banyaknya karyawan yang diputus hubungan kerja oleh perusahaannya. Hal itu menimbulkan perasaan frustasi bagi para korban PHK.

Pengamat terorisme dari Universitas Nusantara Ridwan Habib mengingatkan bahwa objek PHK akibat pandemi covid-19 sensitif bergabung dengan kelompok teroris. Menurutnya, ada dua faktor pemicu sesorang bergabung dengan kelompok teroris, yaitu perasaan dendam dan putus kehendak.

“Kenapa napi-napi urusan biasa seperti pencuri motor, mencuri, banyak yang bergabung ke napi teroris, artinya mereka ngaji ataupun belajar ke napi teroris? Karena mereka ingin balas dendam, ” kata Ridwan kepada Media Nusantara, Minggu (3/5).

Selain itu, Ridwan juga mengatakan banyak pelaku pemerkosaan maupun pembunuhan yang mendekatkan diri kepada kelompok teroris karena ingin menebus dosanya. Menurutnya, dengan bergabung dengan kelompok teroris, misalnya Jamaah Ansharul Daulah (JAD), mereka dapat menjadi manusia dengan dosa kembali nol.

Baca juga: Boy Dinilai Bakal Beri Nuansa Gres Penanggulangan Terorisme

“Jadi diangapnya kalau ikut kelompok JAD ini dari nol lagi, ” ujar Ridwan.

Dalam situasi pandemi covid-19 seperti ini, Ridwan menekankan banyak di kurun korban PHK yang merasa frustasi karena kesulitan dalam masalah ekonomi. Mereka yang merasa marah dengan pemerintah, negara, maupun perusahaan dengan memecatnya akan memiliki psikologi dengan rapuh.

“Ketika mereka diakses, direkrut oleh perekrut meyakinkan, maka merka bisa kemudian bertukar dan ikut kelompok ini, ” pungkas Ridwan. (OL-7)