Bawa Dishub Larang Mudik Lokal, DPRD: Warga Juga Harus Patuh

, , Leave a comment

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz mendukung penuh langkah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk melarang mudik lokal pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Mudik lokal atau mudik dari Jakarta ke Bodetabek atau sebaliknya setara halnya dengan mudik ke sungguh Jabodetabek dilarang oleh Dishub DKI untuk mencegah penularan covid-19.

Politikus PKS itu pun meminta warga untuk mematuhi hukum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berdiam diri di rumah bila tidak ada urusan dengan mendesak.

“Saya kira upaya pencegahan covid-19 merupakan tanggungan kita semua. Selain Dishub kudu mengontrol, masyarakat juga harus peraturan untuk tetap di rumah, ” kata Abdul Aziz, Jumat (15/5).

Baca juga: DKI Ogah Saring Penumpang KRL Bodetabek

Abdul Aziz menetapkan jika masyarakat tidak patuh akan selalu ada celah yang akan dicari-cari untuk melanggar aturan. Pelarangan mudik ditegaskannya adalah untuk kebaikan bersama agar kasus covid-19 tidak terus bertambah.

“Kalau kita hanya mengandalkan Dishub tak akan efektif karena personel serta anggaran sangat terbatas. Jadi, beta mengimbau untuk masyarakat DKI Jakarta tidak ada keperluan mendesak untuk tetap di rumah saja, ” tegasnya.

Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta melarang warga untuk mudik lokal. Warga yang diperbolehkan melintas perbatasan adalah warga secara kondisi tertentu dan memenuhi sebesar syarat sesuai dengan Surat Informasi Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional No. 4 tahun 2020.

Warga yang diperbolehkan berjalan perbatasan ialah warga yang bergerak di 11 sektor yang dikecualikan, warga yang menjalankan tugas sejak instansi negara/daerah, petugas maupun penguasa yang berkepentingan terhadap penanganan covid-19, warga yang memiliki kerabat atau keluarga yang sakit atau meninggal dunia, serta warga yang menggunakan pengobatan rujukan. (OL-14)