Bijak Berkampanye di Medsos dan Menganjurkan Massa Jalankan Protokol

, , Leave a comment

PERSERIKATAN untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menilai kampanye menggunakan media baik (Medsos) sangat efektif dalam menjangkau pemilih. Namun, pasangan calon serta tim sukses mesti menghindari konten yang berbau suku, ras, pegangan dan antargolongan (SARA).

“Kampanye di medsos memang oleh sebab itu pilihan untuk menjangkau pemilih pada masa pandemi. Apalagi pengguna jalan sosial di Indonesia sangat lah besar. Selain juga biasanya nisbi murah dibanding metode kampanye lain, ” kata Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini kepada Media Indonesia, Minggu (4/10).

Menurut dia, kampanye di medsos juga harus dipastikan tidak menyebarkan informasi hoaks, bohong, fitnah, ataupun ujaran kebencian. Kontestan pilkada tentu harus memperhatikan koridor hukum dengan berlaku untuk berkampanye di medsos.

“Itu seperti tidak melanggar larangan kampanye serta memuat edukasi politik dan bukan bahkan memecah belah masyarakat, ” urainya.

Baca juga: Ketaatan Protokol Masa Kampanye Dinilai Membaik

Beri bahan yang mendidik, benar dan juga programatik. Kampanye di media baik semestinya bukan hanya artifisial simbol-simbol semata tapi juga memuat perintah yang jelas soal tawaran agenda dan visi-misi calon terhadap jalan mereka membangun daerah.

“Juga program yang dapat membawa daerah keluar dari masa krisis yang sedang dihadapi saat tersebut akibat pandemi covid-19, ” tegasnya.

Selain itu kampanye di medsos juga diharapkan digunakan kandidat untuk mengedukasi pemilih perkara protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada.

“Sehingga, secara rencana kampanye bisa tersampaikan namun masyarakat juga memahami perilaku yang cocok protokol kesehatan dalam pelaksanaan pilkada yang mereka ikuti, ” pungkasnya. (OL-5)