BPPTKG: Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi

, , Leave a comment

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengirimkan aktivitas Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih luhur berdasarkan pengamatan sepekan sehingga belum ada perubahan status.

“Aktivitas vulkanik Gunung Merapi sedang cukup tinggi, sehingga status kehidupan masih dalam tingkat siaga, ” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin(28/12).

Baca serupa: NU Salurkan Bantuan Rp25 Miliar ke Faskes se Jawa

Menurut dia, potensi naas saat ini berupa guguran lava, lontaran material vulkanik bila berlaku letusan eksplosif dan awan radang sejauh maksimal 5 km.

Ia menyebutkan selama era pengamatan 18 sampai 24 Desember Gempa Vulkanik Dangkal (VTB) terekam sebanyak 307 kali, gempa periode banyak (MP) sebanyak 1. 587 kali, gempa guguran (RF) 250, gempa hembusan 324 kali, gempa Low Frekuensi tiga kali, mengikuti gempa tektonik tujuh kali.

“Minggu ini gempa lebih tinggi dibandingkan minggu lalu, ” kata dia.

Selain kegempaan, data pengamatan deformasi pula menunjukkan adanya laju pemendekan tenggang sebesar 11 cm per hari.

Berdasarkan analisis morfologi, menurut dia, area puncak Merapi bersandarkan foto dari sektor tenggara tanggal 24 Desember terhadap tanggal 8 Desember 2020 menunjukkan adanya sedikit perubahan morfologi area puncak sebab aktivitas guguran.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi di dalam Level III atau Siaga. Potensi bahaya akibat erupsi Merapi diperkirakan maksimal dalam radius lima kilometer dari puncak.

Buat penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

BPPTKG meminta pelaku wisata agar tidak melakukan kegiatan wisata dalam KRB III, termasuk kegiatan pendakian ke puncak Gunung Merapi. (Ant/H-3)