Covid-19 Kota Semarang Mulai Terkendali, Wilayah Sekitar Meningkat

, , Leave a comment

KASUS covid-19 di Kota Semarang terkendali serta tidak mengalami lonjakan besar di beberapa hari terakhir. Namun, wilayah tetangga seperti Kendal, Demak, Grobogan dan Kabupaten Semarang justru menyusun. Kini pemerintah di daerah itu menerapkan sanksi ketat bagi pelanggar protokol kesehatan.

Di Kabupaten Kendal, sejak awal Juli, sebanyak 400 warga mendapat hukuman menyapu fasilitas umum dengan menggunakan rompi melanggar protokol kesehatan. Mereka diketahui tidak menggunakan masker & berkerumun.

Pun serupa itu di Kabupaten Demak, Grobogan, Kabupaten Semarang, menerapkan berbagai sanksi pada warga yang melanggar protokol kesehatan tubuh seperti push-up, menghafal teks Pancasila di depan umum dan lainnya, dengan harapan membuat jera jadi bisa menekan angka penyebaran covid-19.

Akan tetapi, siasat tersebut belum mampu menekan penyebaran. Dihimpun dari masing-masing dinas kesehatan, angka covid-19 terus meningkat pada sebulan ini seperti di Kabupaten Kendal mencapai 122 kasus, Demak 679 kasus, Grobogan 179 kejadian dan Kabupaten Semarang 157 urusan.

Kasus covid-19 tidak hanya menimpa warga biasa, Sekretaris Daerah Grobogan M Sumarsono dinyatakan positif dan hingga kini sedang dalam perawatan. P emkab Grobogan langsung melakukan rapid test massal di lingkungan kantor pemerintah wilayah setelah Sekda Sumarsono dinyatakan meyakinkan covid-19, termasuk seluruh pejabat & Bupati Grobogan Sri Sumarni.

“Kita langsung perintahkan rapid test massal terutama pegawai yang sempat kontak dengan beliau, ” tutur Bupati Sumarni.

Baca juga: Kota Semarang dan Demak masih Masuk Zona Merah

Tatkala, kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kendal terdesak ditutup karena ada keluarga salah satu pegawai yang meninggal akibat covid-19.

“Kita tutup sementara hingga 14 hari ke pendahuluan, selain itu 34 lain dengan kontak langsung dengan pegawai tersebut menjalani rapid test, ” sirih Kepala Dispendukcapil Kendal Bambang Dwiono.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan berbagai langkah ditempuh untuk mengendalikan covid-19, selain menerapkan sanksi sosial, dilakukan pula langkah penutupan kantor, pasar dan yang lain untuk dilakukan sterilisasi dan tracking jika ditemukan kasus positif dalam lokasi itu.

Namun, Pemkab Demak mengonfirmasi kabar tak benar tentang kondisi Bupati Demak M Natsir yang disebut terpapar covid-19 dan melakukan isolasi mandiri.

“Bapak bupati tidak terkena covid-19, beliau memang kurang sehat dan beristirahat setelah putranya meninggal dunia, ” ujar Sekda Demak Singgih.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebelumnya kepada Media Indonesia mengatakan pihaknya memerintahkan daerah di wilayah Semarang Raya termasuk Kota Salatiga untuk menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) lantaran perkembangan covid-19 terus meningkat.

Selain melaksanakan PKM, lanjut Ganjar, daerah juga diminta terus melakukan rapid test dengan massal dan tracking kasus biar dapat dilakukan penanganan cepat serta deteksi dini.

“Saya akan back-up sepenuhnya daerah dengan mengalami hambatan dalam upaya mencegah penyebaran termasuk penanganannya, ” membuka Ganjar. (OL-5)