Disemprot Water Canon, Satu Warga Jayapura Tewas

, , Leave a comment

JUSTINUS Silas Dimara, 35 dilaporkan meninggal dunia sudah mendapat semprotan air dari mobil meriam air (Water Canon) hak kepolisian daerah Papua, Senin (25/5) sore hari sekitar pukul 17. 30 WIT, bertempat di pendahuluan Tenderloin, Jln Amphibi, Hamadi, Kelurahan Jayapura Selatan.

Besar Bidang Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal dalam keterangan tercatat Selasa (26/5) mengklarifikasi bahwa korban dan rekannya disemprot water canon karena masih beraktivitas di luar rumah di atas pukul 14. 00 WIT. Sebagaimana aturan pembatasan sosial di Kota Jayapura, acara kegiatan di luar rumah cuma sampai pukul 14. 00 WIB. Saat itu korban sedang mengkonsumsi miras.

Kronologis dengan dikeluarkan Polda Papua menyebut, awalnya personil yang melaksanakan PAM pemisah Pembatasan Wilayah di Hamadi Miring mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sekelompok orang sedang mengkonsumsi miras di depan restoran Tenderloin dan tidak menghiraukan imbauan aparat serta melempar botol minuman ke lantai.

Kemudian personil ikatan dari Satgas Covid Provinsi Papua terdiri dari Bid Propam, Dit Samapta Polda, TNI dan KETAT dengan menggunakan truk dari Dit Samapta Polda serta Anggota Polresta Jayapura Kota dengan menggunakan Mobil AWC merespon laporan dengan mengarah lokasi.

“Personil ikatan tiba di TKP selanjutnya mengimbau kepada sekelompok masyarakat yang berharta ditempat umum lebih dari pukul 14. 00 WIT sebagaimana ketentuan pemerintah daerah tidak diindahgkan oleh korban dan rekannya. Mereka dipengaruhi alkohol. Sehingga dilakukan tindakan Kepolisian dengan cara penyemprotan air memakai mobil AWC kepada sekelompok kelompok tersebut agar membubarkan diri, ” papar Kombes AM Kamal di keterangannya.

Dikemukakan AM Kamal, saat penyemprotan air, Justin dalam kondisi mabuk berlari menghindar. Ia dalam pengaruh alkohol tidak bisa mengontrol keseimbangan muncul dan terjatuh. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit AL DR. Soedibjo Sardadi guna dilakukan pengerjaan medis.

“Dari hasil pemeriksaan oleh pihak Rumah Kecil AL DR. Soedibjo Sardadi diketahui bahwa korban meninggal dunia akibat benturan pada bagian kepala, mengalami pendarahan pada telinga kanan dan hidung bagian kiri serta di dalam keadaan kondisi mabuk berat kelanjutan konsumsi miras, ” tutur Kombes Kamal.

mengucapkan juga: 28 Pasien Covid-19 dalam Babel Dinyatakan Sembuh

Kombes Kamal mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pekerjaan di luar rumah di arah pukul 14. 00- 06. 00 WIT sesuai kesepakatan bersama Gubernur dan Forkopimda Papua. Dia selalu mengingatkan poin 6 kesepakatan yang berbunyi Memerintahkan Satgas Covid-19 Daerah Papua dan Satpol PP buat berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/Kota, dengan dukungan Pihak Polda Papua, untuk melakukan razia dan menutup tempat/aktivitas perdagangan dan bisnis, angkutan/kendaraan charteran, ojek, angkutan laut, serta meniadakan kumpulan/kerumunan atau aktivitas orang/penduduk pada dalam kota/kelurahan/kampung/RT/RW di atas jam 14. 00 WIT yang dipandang tidak penting dan mendesak, & apabila dianggap perlu dapat dikerjakan secara paksa.

“Sementara personil yang bertugas pada era kejadian, saat ini dalam pemeriksaan sie propam Polresta Jayapura Tanah air di back up Bid Propam Polda Papua. Pemeriksaan ini buat melihat apakah tindakan personil itu sesuai dengan SOP, ” pungkasnya. (OL-3)