Dorong Tunduk Pada Tekanan AS, Iran Apresiasi Komunitas Internasion

, , Leave a comment

AMERIKA Serikat (AS) telah memutuskan ikatan dengan semua anggota tetap Lembaga Keamanan (DK) PBB lainnya serta secara sepihak menyatakan pemberlakuan balik semua sanksi PBB terhadap Iran. Klaim tersebut ditolak Iran & komunitas internasional karena dinilai tidak memiliki dasar hukum.

Presiden Iran Hassan Rouhani menentang pemberlakuan kembali sanksi PBB oleh AS. Dia mengapresiasi komunitas internasional karena tidak menyerah pada lagu AS.

“Hari tersebut, akan menjadi hari yang tidak terlupakan dalam sejarah diplomasi negara kita, ” kata Rouhani.

Baca juga: Trump Janji Tunjuk Hakim Perempuan sebagai Pengganti Ginsburg

Menurutnya, AS mencoba menggertak negara lain agar mematuhi deklarasinya untuk mengembalikan sanksi PBB. Namun, hal itu tidak tepat & justru membuat Washington kini terisolasi.

“Tekanan maksimum GANDAR terhadap bangsa Iran, secara kebijakan dan hukum, telah berubah menjadi isolasi maksimum bagi AS, ” tambahnya.

Dia pun menegaskan kembali janji bahwa jika anggota DK PBB lainnya mengindahkan komitmen mereka yang telah disepakati, Iran juga akan sepenuhnya melaksanakan komitmennya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan AS sedang menjalani beberapa masa paling pahit. Washington, lanjutnya, telah memilih untuk jadi di sisi sejarah yang salah.

“Pesan Teheran untuk Washington jelas, kembali ke komunitas internasional. Kembali ke komitmen Kamu. Hentikan perilaku nakal ini. Publik internasional akan menerima Anda, ” kata Khatibzadeh.

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Minggu (20/9), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengancam adanya konsekuensi bagi setiap negara anggota PBB yang tak mematuhi langkah-langkah pemberlakuan sanksi. Pompeo menegaskan negara-negara anggota PBB harus mematuhi pembatasan aktivitasnya dengan Iran terkait nuklir.

“Jika Negara Anggota PBB gagal menutup kewajiban mereka untuk menerapkan hukuman ini, AS siap menggunakan otoritas domestik kami untuk memberlakukan konsekuensi atas kegagalan tersebut dan menyungguhkan bahwa Iran tidak menuai khasiat dari aktivitas yang dilarang sebab PBB, ” kata Pompeo.

Pernyataannya datang sebulan setelah AS secara resmi memicu metode yang bertujuan memulihkan semua hukuman PBB terhadap Iran. Washington meminta pelanggaran Iran yang signifikan untuk Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), nama resmi untuk kesepakatan 2015 yang didukung oleh Dewan Ketenteraman.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan kepada balai bahwa dia tidak akan menjemput tindakan apapun atas deklarasi AS. Begitu pula dengan empat anggota DK lainnya bersikeras bahwa hukuman AS tidak memiliki kekutan kaidah. (AlJazeera/OL-1)