Dua Pekan di Mars, Perseverance mulai Jalan-Jalan

, , Leave a comment

Wahana penjelajah milik NASA, Perseverance, akhirnya memulai misi ekspedisinya dengan menjelajahi enam, 5 meter areal Satelit Merah, papar peneliti Jet Propulsion Laboratory NASA Katie Stack Morgan dalam fakta resminya.

“Sementara ini, Perseverance masih melakukan banyak pemeriksaan teknik. Begitu Perseverance telah mulai bergerak kita dapat menganggapnya jadi langkah awal Perseverance dalam permukaan Mars, ” membuka Stack-Morgan seperti dilansir bbc. com, Jumat (6/3).

Setelah dua minggu pendaratan wahana robotik seberat satu ton itu di Mars, pada Kamis (4/3), Perseverance memulai langkahnya dengan maju beberapa meter, lalu berputar 150 derajat, lalu dilanjutkan dengan langkah mundurnya.

“Anda sanggup melihat jejak roda yang kami tinggalkan di Mars; Saya rasa saya tidak pernah lebih bahagia tahu jejak roda, ” kata pendahuluan Anais Zarifian, salah kepala insinyur yang ditugasi untuk mengurusi mobilitas Perseverance.

“Ini adalah pacak penting untuk misi penjelajahan Mars dan seluruh tim yang mendukung berlangsungnya misi ini. Kami biasa berkendara (mengoperasikan kendaraan dari renggang jauh) di Bumi tetapi mengemudi di Mars, begitu beberapa orang telah bekerja buat momen ini selama bertahun-tahun, ” tegasnya.

Perseverance akan menjalankan misi ekspedisinya di seputaran kancah Jezero di dekat ekuator Planet Mars untuk memeriksa bukti kehidupan di planet ini. Wahana ini hendak mengumpulkan sejumlah sampel batuan di kawah tersebut dengan mungkin menyimpan catatan pekerjaan biologis purba Mars. Diproyeksikan, Perseverance akan menjelajah kurang lebih 200 meter per hari.

Salah satu lokasi yang hendak dieksplorasi Perseverance adalah petunjuk delta sungai di gua Jezero. Para peneliti memeriksa bahwa struktur yang terjaga pada kawasan tersebut merupakan aktivitas dari aliran sungai purba yang menghanyutkan lendut dan pasir menuju kolam kawah miliaran tahun dengan lalu.

“Terdapat (gundukan) berjarak sekitar utama setengah mil jauhnya lantaran Perseverance. Di sekitar tandingan ini terdapat batuan pantat yang kemungkinan besar diendapkan oleh sungai yang mengalir ke Danau Jezero antik, dan para tim sedangkan bekerja keras untuk melakoni tradisi batuan ini, ” ungkap Dr Stack Morgan.

Perseverance bakal menghabiskan beberapa minggu meneliti delta sungai purba kancah Jezero ke depannya, & untuk menganalisis medan itu wahana ini akan menerbangkan perangkat drone robotiknya.

“Kami masih membongkar-bongkar tahu kemungkinan zona penerbangannya, ” terang Robert Hogg, wakil manajer misi Perseverance.

“Kami hendak mengambil gambar dengan tustel navigasi untuk menganalisis daerah. Tim juga telah melihat gambar orbital untuk tahu kemungkinan zona penerbangannya, ” imbuhnya.

Drone tersebut akan mengambil gambar dan menentukan rute tercepat bagi Perseverance untuk menyentuh lokasi delta sungai tua yang berjarak sekitar 2, 5 km dari kendaraan penjelajah.

Sementara itu, NASA pada hari Jumat lalu baru selalu mengumumkan bahwa mereka sudah menamai situs pendaratan Perseverance di Kawah Jezero jadi titik pendaratan ‘Octavia E. Butler’. Penamaan tersebut ialah bentuk penghormatan untuk setia fiksi ilmiah terkenal pada Amerika itu. (BBC/M-2)