Ekonomi

, , Leave a comment

Mentan Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Selama Lebaran

KEMENTERIAN Pertanian memastikan stok serta harga pangan selama Bulan berkat dan Lebaran dalam perihal aman. Kendati ada fluktuasi harga dinilai wajar dengan penting tidak membuat kekacauan di masyarakat.

Penegasan ini disampaikan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, Rabu (28/4) pada Balitkabi Malang, Jawa Timur. Menurut dia, ketersediaan target pangan terutama 12 komoditi dipastikan terkendali sesuai yang diharapkan Presiden Joko widodo.

“Alhamdulillah daripada perhitungan dan data dengan kami miliki, kami berharap semua berjalan dalam track sesuai ketentuan yang kita harapkan, ” tegas SYL, demikian dia biasa disapa.

Sejauh itu pemerintah belum merasa menetapkan melakukan intervensi terlalu jauh, kendati terjadi dinamika nilai pangan pada awal Bulan berkat semula stabil, lalu mengambil Lebaran terjadi kenaikan nilai. Namun, dinamika itu masih dalam batas wajar selama tidak membuat kepanikan dan keresahan di masyarakat.

“Bahwa akan ada fluktuasi, dinamika itu dasar semacam itu menjelang masuk Bulan berkat naik, lalu landai-landai, menjelang Lebaran Idul Fitri mau terjadi kenaikan. Kita tidak mengintervensi terlalu jauh, ” ungkapnya.

Tetapi, pihaknya sudah menyiapkan intervensi dengan memperlancar distribusi, mencatu bahan pangan dari kawasan produsen ke daerah devisit, dan upaya operasi pasar.

“Operasi pasar kalau memang kita butuhkan. Sampai saat ini kondisinya cukup terkendali dan cantik, saya kira kurang lebih itu, doakan saja hendaknya sesuai dengan track dengan ada, ” ujarnya.

Saat ini ketersediaan pangan melimpah karena sebab sisi produksi meningkat, nilai beras petani pun pada atas HPP. Hal tersebut akan dipastikan langsung sebab Presiden Jokowi di Rengsa dengan berdialog bersama petani. “Itu sesuai harapan kita di pertanian bahwa hasilnya melimpah produksinya melimpah, ” tuturnya.

Kalaupun terjadi sedikit persoalan soal harga karena permintaan dan kebutuhan, Kementan bersama Kemendag dan menteri lainnya mau terus menyikapi stabilisasi nilai. Kondisi itu lantaran mengatur pertanian di berbagai wilayah yang memiliki karakter berbeda-beda tentu dinamikanya juga langsung berkembang.

“Kami bersama Bulog dan kementerian serta BUMN yang asing dan Menteri Perdagangan turus menyikapi hal-hal seperti itu, ” pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Bendungan Cibeet dan Cijurey Bogor Dibangun Tahun Ini