Gaungkan Kesadaran Kontrasepsi

, , Leave a comment

AKAN ada 420 ribu kehamilan baru yang tidak direncanakan karena turunnya penerapan kontrasepsi modern selama masa pandemi covid-19. Untuk itulah, Badan Harmonisasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaungkan kembali kesadaran berkontrasepsi seiring dengan kompleksnya permasalahan.

“Kami berpesan sebaiknya ditunda dulu secara penggunaan alat kontrasepsi guna menghindari kehamilan dalam waktu dekat, ” ujar Deputi Bidang Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Reproduksi (KR) BKKBN Eni Gustina, Kamis (24/9), di webinar menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 pada 26 September.

Sebelumnya, United Nation Population Fund (UNFPA) PBB pada Juni 2020 telah memperingatkan akan tersedia 47 juta perempuan kehilangan akses pelayanan kontrasepsi modern karena pandemi covid-19 yang berpotensi memunculkan tujuh juta kehamilan yang tidak direncanakan.

Dari hasil belajar terhadap pola konsumsi kontrasepsi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, perusahaan pemasaran alat kontrasepsi DKT Indonesia menemukan sejumlah informasi istimewa. Sebanyak 56% bidan menyatakan bahwa pandemi tidak berdampak terhadap kesibukan praktik kliniknya.

Kaum responden mengaku takut untuk hadir ke klinik. Namun, selama dua bulan terakhir situasi itu mulai mencair seiring dengan adanya pelonggaran PSBB. Di sisi lain, sebagian kecil responden tidak melanjutkan suntikan KB karena menurunnya daya beli mereka. “Ini perlu diantisipasi, ” ujar Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A Putra.

Untuk mendukung usaha penggunaan kontrasepsi di Indonesia, DKT meluncurkan Elzsa, pil KB segar yang diklaim minim efek bibir. Melati Gultom, Brand Manager Tablet KB Elzsa, mengatakan pil itu mengandung hormon kombinasi cyproterone acetate dan juga ethinylestradiol untuk menggembala keseimbangan hormon pada perempuan jadi menstruasi lebih teratur dan juga memberikan manfaat tambahan pada kesehatan kulit. (Wan/H-2)