Gerindra Dukung Kebijakan DKI Melanjutkan PJJ

, , Leave a comment

KETUA Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Rani Mauliani menyatakan setuju atas dilanjutkannya proses bersekolah dari rumah atau secara daring. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tersebut dipilih lantaran kurva covid-19 sedang naik. Sehingga melanjutkan proses melancarkan daring disebutnya sebagai pilihan yang bijaksana.

“Menurut aku, itu sebuah keputusan yang bijaksana di masa pandemi yang padahal tinggi kurvanya, ” kata Ratu saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (3/1).

Pasalnya, kalau dipaksakan ada pembelajaran tatap depan akan sangat beresiko tinggi. Karena ada kekhawatiran penularan covid-19 terjadi di sekolah. Apalagi saat sekolah yang bersangkutan belum siap di dalam menerapkan pembelajaran tatap muka.

Baca juga: DKI Putuskan Pembelajaran Senggang Jauh Diperpanjang

“Karena akan lebih menyesal rasanya masa yang terpapar anak-anak. Pastilah orangtua juga akan menjadi tambah susah. Saat ini, keluarga adalah wadah yang paling tepat untuk saling menguatkan, ” ungkapnya.

Namun, perlu ada evaluasi & perbaikan dari bahan pengajaran daring. Menurut Rani, masih ada banyak faktor pendukung yang harus dibenahi. Misalnya berupa materi pembelajaran yang masih membosankan hingga faktor gadget atau jaringan internet yang kerap masih ada kendala.

“Memang tidak mudah ya buat bahan mengajar online karena banya faktor pendukung yang harus dibenahi. Materi belajar yang tidak prosais. Materi belajar harus bisa menyentuh value atau nilainya bisa sesuai pencapaiannya dengan belajar tatap membuang, ” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meniti Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, tetap memberlakukan pembelajaran dari panti untuk seluruh sekolah di Daerah DKI Jakarta pada semester lengkap Tahun Ajaran (TA) 2020/2021.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan kesehatan dan keamanan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi preferensi yang utama di masa pandemi ini.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan penelaahan tatap muka secara langsung pada semester genap TA 2020/2021. Prioritas utama adalah kesehatan dan kesejahteraan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Pembelajaran tatap depan belum dapat dilaksanakan, sehingga seluruh sekolah di DKI Jakarta tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR), ” ujarnya, Sabtu (2/1). (OL-1)