Hapus Ruang Diskriminasi Perempuan

, , Leave a comment

WALAUPUN Indonesia telah lama lepas daripada belenggu penjajahan, masih ada keprihatinan perempuan masih terjajah berbagai persepsi dan konstruksi sosial yang merugikan. Kemampuan dan potensi perempuan Nusantara masih tertutupi akibat kuatnya budaya patriarki. Itu menunjukkan kesetaraan seks belum tegak berdiri sehingga rani dianggap sebagai kelompok rentan.

“Perempuan dikategorikan sebagai ikatan rentan, bukan karena dirinya lembek, tetapi lebih kepada mengakarnya budaya patriarki yang mau posisikan karakter utama perempuan ada di lembah domestik (urusan dapur dan anak) sehingga perempuan tidak mampu untuk mengambil peran aktif di ranah publik, ” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dalam acara Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-92, kemarin.

Bintang mengatakan budaya patriarki yang menempatkan lelaki sebagai pemegang kuasa utama dan menonjol dalam semua aspek kehidupan membuat perempuan tidak dapat bergerak terhindar dan sulit mengambil peran rajin di ranah publik.

Padahal jika dilihat dari total populasinya, perempuan hampir setengah dari penduduk Indonesia, yakni perempuan berjumlah 49, 8% dan laki-laki 50, 2%.

Dengan nilai tersebut, Bintang berpendapat perempuan harusnya mendapat kesempatan yang sama, dengan juga menunjukkan bahwa sebenarnya perempuan merupakan sumber kekuatan dan bisa berperan dalam pembangunan bangsa. “Perempuan memiliki kualitas yang berharga dengan kelembutannya dan mampu menggerakkan hati banyak orang untuk bersama-sama mencapai transformasi, ” ungkapnya.

Dalam perayaan Hari Ibu 2020 itu pun Menteri Bintang menegaskan buat tidak boleh ada ruang untuk diskriminasi pada perempuan dalam wujud apa pun di Indonesia. “Di negara yang mengedepankan kesatuan ini, tidak ada ruang bagi diskriminasi di bentuk apa pun, ” kata Bintang seperti dikutip Youtube Kementerian PPPA.

Bergaya

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa dirinya belajar banyak daripada para perempuan hebat Indonesia. “Sama seperti hormat dan cinta kami kepada ibu saya, pada Keadaan Ibu tahun 2020 saya sengaja membuat acara talkshow ini karena saya mengaggumi kalian para ibu, perempuan pengkaji perekayasa dan inovator Indonesia, ” ungkap Bambang saat membuka urusan talkshow bertajuk Peran Ibu Tingkatkan Riset dan Inovasi Indonesia, kemarin.

Bambang mengisahkan bahwa sejak berusia 7 tahun, dirinya hidup bersama sang ibu setelah ayahnya meninggal dunia. Dari situ dia belajar banyak perjuangan ibundanya yang mengemban banyak peran. Di tempat teknologi dan inovasi, lanjutnya, banyak perempuan hebat yang menjalankan lebih sebab satu peran. Para peneliti, perekayasa, dan inovator perempuan selalu mengabdi dengan profesional tanpa mengabaikan peran mereka di keluarga.

Terpisah, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pokok dan perempuan Indonesia yang telah ikut berperan serta dalam menjalankan pandemi. “Terima kasih atas bantuan ibu yang tidak pernah lemah menjaga dan melindungi keluarga. Terjamin Hari Ibu dan ingat tetap pesan ibu, ” kata Doni di Jakarta, kemarin. (Van/Ant/H-3)