Israel Bebaskan Warga Palestina yang Lumpuh Makan 103 Hari

, , Leave a comment

ISRAEL membebaskan seorang warga Palestina dengan melakukan mogok makan selama 103 hari pada Kamis (26/11). Mogok makan tersebut, menurut Klub Tangsi Palestina, untuk memprotes aturan Israel yang mengizinkan penahanannya tanpa dakwaan.

Maher al-Akhras ditangkap karena diduga menjadi anggota gabungan milisi. Ia dipindahkan dari vila sakit Tel Aviv ke Rumah Sakit Universitas Al-Najah Nablus pada Tepi Barat yang diduduki.

“Keputusan untuk melepaskannya kembali ke rumah akan mengikuti penghargaan medis atas kondisinya, ” perkataan Direktur Medis Rumah Sakit Al-Najah, Abdul-Karim Al-Barqawi.

Akhras, 49, ditangkap di dekat Nablus pada Juli dan dimasukkan ke penahanan administratif. Kebijakan ini dimanfaatkan Israel untuk menahan tersangka keras tanpa dakwaan.

Tempat diduga terkait dengan kelompok bersenjata Palestina, Jihad Islam, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Ayah enam anak itu melakukan puasa untuk memprotes perintah pengurungan empat bulan yang akan sudah pada 26 November.

Akhras, yang telah ditangkap oleh Israel beberapa kali sebelumnya, menutup aksi mogok makannya setelah dominasi Israel berkomitmen untuk tidak memperpanjang penahanannya melebihi tanggal tersebut.

Kebijakan penahanan administratif Israel, yang diwarisi dari mandat Inggris di Palestina, memungkinkan penahanan tahanan tanpa biaya untuk periode yang dapat diperpanjang hingga enam kamar setiap kali.

Israel mengatakan prosedur itu memungkinkan bagian berwenang untuk menahan tersangka & mencegah serangan sambil terus memobilisasi bukti. Tapi sejumlah kritikus serta kelompok hak asasi mengatakan sistem itu disalahgunakan.

Taat kelompok hak asasi manusia Israel, B’Tselem, sekitar 355 warga Palestina ditahan dalam perintah penahanan administratif pada Agustus, termasuk dua budak di bawah umur. (AFP/OL-14)