Jerman Temukan Bukti Kuat Navalny Diracuni

, , Leave a comment

PEMERINTAH Jerman mengumumkan kalau hasil tes untuk sampel dengan diambil dari pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny, menunjukkan keberadaan bisa saraf era Soviet, yakni novichok.

Juru bicara Kanselir Angela Merkel, Steffen Seibert, mengatakan, di Rabu (2/9) bahwa tes toksologi sampel darah dari Navalny yang dilakukan di laboratorium militer Jerman menunjukkan bukti tegas pemimpin antitesis Rusia itu diracuni dengan maujud novichok.

Tes dilakukan oleh tentara Jerman setelah berkonsultasi dengan rumah sakit Charite Berlin, tempat Navalny dirawat. “Merupakan peristiwa yang mengejutkan bahwa Alexei Navalny menjadi korban serangan racun saraf kimia di Rusia, ” prawacana Seibert.

Seperti diketahui, racun yang sama pernah dimanfaatkan untuk meracuni mantan matamata Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris. Zat kimia itu menghambat kolinesterase, bagian dari kelompok maujud yang awalnya diidentifi kasi sebab dokter di Charite.

Seibert menambahkan bahwa pemerintah Jerman akan menginformasi ke mitranya dalam Uni Eropa dan NATO terkait hasil tes itu.

“Ini akan membahas tanggapan bergandengan yang sesuai dengan para mitra sehubungan dengan tanggapan Rusia, ” ungkapnya.

Sekutu Navalny di Rusia berkeras dia sengaja diracuni oleh otoritas negara, dakwaan yang ditolak Kremlin. Sementara itu, para dokter Rusia yang menyelenggarakan Navalny di Siberia juga sudah berulang kali membantah kesimpulan panti sakit Jerman tersebut.

Pemimpin dunia mengutuk

Wakil Gajah Luar Negeri Polandia, Marcin Przydacz, Rabu (2/8), mengutarakan pandangan kalau kasus Alexei Navalny diracun kudu dilakukan penyelidikan internasional.

Navalny ialah pemimpin oposisi Rusia yang diracun dalam sebuah kunjungan domestik dengan pesawat terbang. Kondisinya sekarang masih kritis.

“Posisi Polandia jelas. Kami membenarkan bahwa penjelasan tentang kasus dan hukuman bagi yang bersalah diperlukan. Kami menyerukan penyelidikan internasional, ” kata Przydacs mengutip PAP .

Kira-kira pemimpin negara di dunia dengan keras mengutuk tindakan keji tersebut. Uni Eropa mengutuk tindakan itu pada hari yang sama & meminta Rusia untuk menyelidiki dengan menyeluruh upaya pembunuhan dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

“Penggunaan senjata kimia dalam keadaan apa pula sama sekali tidak dapat diterima dan melanggar hukum internasional, ” kata Perwakilan Tinggi urusan Sungguh Negeri Uni Eropa, Josep Borrell.

Juru Bicara Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Ullyot, mengatakan Amerika Serikat betul terganggu dengan hasil tes yang memperlihatkan Navalny diracun dan menganggap kegiatan tersebut sangat tercela.

Sementara itu, Menteri Luar Jati Prancis, Jean-Yves Le Drian, mengutuk keras penggunaan racun. Navalny, 44, ialah seorang politikus dan penyelidik korupsi yang merupakan pengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dia jatuh sakit dalam penerbangan balik ke Moskow dari Siberiapada 20 Agustus dan dibawa ke panti sakit di Kota Omsk, Siberia, setelah pesawat melakukan pendaratan genting. Dia kemudian dipindahkan ke rumah sakit Charite Berlin, yang minggu lalu dokter mengatakan ada tanda bahwa dia telah diracuni. (AP/I-1)