Joe Biden Harapan Kerja Sama Kulak AS dan Uni Eropa

, , Leave a comment

Uni Eropa (EU) berharap kegiatan sama dagang antara Brussels & Washington dapat kembali menguat sesudah Joe Biden, presiden Amerika Konsorsium yang baru terpilih, resmi menjabat pada Januari 2021 dan melahirkan “agenda kemitraan Trans Antlantik, ” kata seorang pejabat tinggi EU saat menyampaikan harapannya untuk kala depan hubungan EU dan GANDAR, Rabu (2/12).

Harapan itu disampaikan EU karena GANDAR selama empat tahun di kolong pemerintahan Presiden Donald Trump meresmikan tarif/bea masuk terhadap produk-produk Eropa demi mewujudkan misi Trump menempatkan Amerika sebagai prioritas.

EU saat ini pun mencari jalan memperkuat kerja sama dengan Biden hampir di seluruh sektor.

AS dan EU “harus meningkatkan kerja sama untuk menyelesaikan masalah di sektor perdagangan, ” kata Komisi Eropa saat menyampaikan usulannya terhadap negara-negara anggota EU. Komisi Eropa menyebut nilai kulak EU dan AS mencakup sepertiga dari total nilai dagang negeri.

Namun, dokumen setebal 12 halaman yang disajikan sebab Kepala Kebijakan Luar Negeri EU, Josep Borrell, tidak menjelaskan desain EU untuk meningkatkan kerja cocok dengan AS. Dokumen itu hanya menyebut AS dan EU mempunyai “nilai-nilai bersama yang mengedepankan martabat, hak-hak individu, dan prinsip demokrasi”.

Sebagaimana Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), EU meminta dapat menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan AS pada 2021 masa Biden resmi menjabat. Para atasan EU akan kembali membahas perkara itu saat bertemu kembali dalam 10 Desember.

GANDAR saat ini masih mengenakan bayaran untuk baja dan alumunium pokok Eropa. Dua pihak telah memakai tarif untuk barang-barang seperti motor, minuman anggur, dan keju, khususnya setelah AS dan EU berseteru terkait subsidi untuk industri penerbangan.

Washington mengancam hendak mengenakan lebih banyak bea menyelap untuk produk Eropa setelah EU berencana menetapkan pajak untuk perusahaan penyedia layanan digital.

Dua pihak juga memiliki status berbeda terhadap Organisasi Dagang Dunia (WTO) dan cara lembaga itu menyelesaikan sengketa. AS telah menegasikan cara penyelesaian sengketa WTO secara menghentikan penunjukan hakim/penengah.

AS di bawah kepemimpinan Trump menolak usulan yang diajukan EU dan pihak lain terkait urusan di WTO.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada September 2020 mengutarakan negara-negara berpengaruh di dunia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu muncul dari WTO atau menggunakan WTO hanya untuk kepentingan masing-masing.

EU mengusulkan langkah mula-mula yang harus dilakukan EU & AS harus merampungkan proses penetapan direktur jenderal WTO yang segar dan “membicarakan cara menyelesaikan urusan di badan pemutus sengketa WTO”.

Komisi Eropa mengatakan EU dan AS harus mengambil “dialog Trans Atlantik” mengingat keduanya memiliki kekuatan dalam industri teknologi seraya menemukan cara yang lurus untuk memberlakukan pajak dan mengatasi “disrupsi pasar di ekonomi digital”.

Bidang lain yang perlu dibahas antara lain pembangunan generasi kelima jaringan telekomunikasi (5G), kecerdasan buatan, tata kelola petunjuk, dan kerja sama terkait regulasi serta penyusunan standar kerja, introduksi EU. (Ant/OL-12)