Kapolda Riau Sidak Ketersediaan Antivirus

, , Leave a comment

GUNA kenyamanan pasien yang dirawat, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan ketersediaan obat antivirus di rumah sakit rujukan penanganan covid-19 di wilayah Pekanbaru.

Kapolda inspeksi ke Sendi Sakit Aulia Pekanbaru didampingi Eksekutif RS Bhayangkara Agung H Wijanarko dan Kabid Dokkes Polda Riau Priyo Kuncoro.

Kapolda menyatakan kebutuhan dokter akan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan mencukupi. Ia juga mendapat penjelasan bahwa obat antivirus Avigan atau Favipiravir Originator dari Fuji Jepang telah bisa diproduksi di Pekanbaru semenjak minggu lalu.

Selain Avigan yang sudah tersedia dalam Pekanbaru, pada kesempatan itu para dokter juga meminta disediakan obat injeksi Remdesivir. Permintaan tim medis langsung ditindaklanjuti kapolda. “Saya telah komunikasi dengan Kepala Badan POM RI, Ibu Penny K Lukito. Beliau menyampaikan Remdesivir segera ada di Indonesia. Kami juga telah mengontak pemegang lisensi Remdesivir dalam Jakarta dan dipastikan Riau bakal mendapatkan alokasi karena termasuk provinsi dengan kasus positif covid-19 sangat tinggi, ” tukasnya kemarin.

Berdasarkan data Satgas Pengerjaan Covid-19 Riau, pasien terkonfirmasi telah mencapai 4. 687 orang, dengan rincian 2. 012 orang segar, 95 orang meninggal dunia, sisanya dalam perawatan dan isolasi sendiri.

Hingga saat ini belum ada obat definitif untuk covid-19. Namun, Avigan termasuk yang direkomendasikan Perhimpun­an Dokter Paru Nusantara, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Nusantara, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia, serta Ikatan Dokter Anak Indonesia, dalam sendi Pedoman Tata Laksana Covid-19 corak Agustus 2020.

Dengan terpisah, RSUD Muhammad Zein Painan, Kabupaten Pesisir, Sumbar, membutuhkan mesin penghasil oksigen untuk pasien covid-19 yang terus meningkat.

Direktur RSUD M Zein Painan Sutarman mengatakan selama ini pihaknya memasok kebutuhan oksigen dari Kota Padang melalui jalan darat. “Apabila jalan putus akibat banjir atau longsor, pendistribusian oksigen akan terganggu. Oleh karena itu, kami butuh mesin penghasil oksigen, ” ungkapnya, Senin (21/9).

Sibak peti

Dinas Kesehatan tubuh Cilacap, Jateng, berburu dengan periode untuk mencari warga yang turut membuka peti jenazah korban wafat dunia akibat covid-19 pada 17 September. Istri korban telah menyusul suaminya dengan gejala yang setara, Senin (21/9).

Kepala Dinkes Cilacap Pramesti Griana Buah hati mengatakan sang suami semula dirawat di RSUD Banyumas dan meninggal pada 17 September.

Jenazah yang seharusnya langsung dimakamkan, tetapi diminta keluarga untuk dimandikan lagi, kemudian dimakamkan seperti pelik.

Selang beberapa keadaan, hasil tes usap keluar & korban di­nyatakan positif. Karena itulah, dinkes melakukan tracing terhadap mereka yang membuka peti dan memandikannya maupun yang turut serta memakamkan. “Sampai sekarang sudah 40 bertambah warga Desa Mergawati dan Karangmangu, Kecamatan Kroya, menjalani tes PCR. Kalau nantinya ada yang membangun, akan dirawat sesuai prosedur, ” jelasnya.

Kabupaten Cirebon, Jabar, juga gecar menggelar tes usap. Tercatat sudah 22. 930 warga mengikuti tes usap kemarin. “Angka tersebut sudah mencapai 1% dari jumlah penduduk Kabupaten Cirebon sebanyak 2, 2 juta. Tetapi, kami belum akan berhenti dan masih menambahnya menjadi 30 ribu, ” tutur Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. (LD/YH/UL/N-1)