Kawanan Begal Sadis di Jember Dibekuk

, , Leave a comment

JAJAJARAN Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) kepolisian Resor (Polres) kabupaten Jember, Jawa Timur mengamankan enam orang, kawanan begal sadis dengan meresahkan warga Jember dan sekitarnya.

“Ada enam orang yang kita amankan, dua antaralain adalah penadah, dan sisanya adalah pelaku begal. Selain itu, masih terdapat empat orang yang meresap dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ” kata Kapolres Jember, AKBP Aris Supriyono dalam keterangan pers, di Mapolres Jember, Selasa (2/6)

Dua diantara karakter, jelas Aris, merupakan penadah, empat pelaku lainnya sudah seringkali melakukan jahat, dengan membegal dan tak segan-segan melukai korban. Mereka menyelenggarakan aksi pembegalan secara bergantian pada sejumlah tempat di wilayah Jember.

“Saat melakukan laku, mereka tidak pernah sendiri. Minimal ada 2 orang. Total telah 15 kali beraksi, ” Katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Fran Delanta Kembaren, menambahkan dalam kasus pembegalan yang dilakukan oleh karakter, salah satu kasus yang berpengaruh adalah pembegalan yang terjadi di Lapangan Desa Kasiyan, Kecamatan Puger pada Minggu 12 April 2020 lalu.

Dalam kejadian tersebut, gerombolan pelaku sampai kuat menghabisi nyawa korbannya, yakni Rifan Sugiarto (RA), santri sekaligus siswa SMK di salah satu pondok pesantren yang ada di desa Gumukmas, Jember.

Selain itu, rekan Rifan, yakni Dedi Setiawan mengalami luka berat akibat dibacok. Saat itu, korban bergabung rekan-rekannya didatangi oleh gerombolan yang memaksa merampas motor serta hp korban.

“AG merupakan pelaku utama TKP di Lapangan Desa Kasiyan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan satu luka berat, ” jelas Fran Delanta Kembaren. Fran juga menjelaskan, motif utama pelaku melakukan sebesar aksi pembegalan disertai dengan kegiatan kekerasan adalah faktor ekonomi.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ya beli rokok, dan berayun-ayun. AG yang menjadi pelaku sempurna dalam pembunuhan ini, tidak madrasah dan hanya menganggur saja, ” jelas Fran.

Dalam serangkaian kasus pembegalan oleh komplotan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang yakni, 6 unit sepedah motor dan beberapa handphone, & sejumlah senjata tajam berupa celurit.

Enam pelaku & tersangka tersebut, kini dijerat secara Pasal 365 juncto Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara. (OL-13)

Baca Juga: Pasal Perkara Kasus Pelajar Bunuh Begal Dinilai Tidak Sesuai