Kejati Jambi Tangkap Buronan Kejati Maluku

, , Leave a comment

TIM Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi serta Kejaksaan Agung, Rabu siang (11/11), menangkap Muhammad Ridwan Pattilow, 44 tahun, buronan Kejati Maluku yang tersangkut kasus korupsi miliaran rupiah dana proyek pembangunan Water Depan City Kota Namlea, Kabupaten Kejar, Tahun Anggaran 2015 dan 2016.

Pria asal Dukuh Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Kejar, Provinsi Maluku tersebut tanpa pertarungan diringkus Tim Tabur saat beserta anak dan isterinya di sebuah rumah di Lorong Cadas, kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Telanaipura, Praja Jambi Provinsi Rabu, sekitar pukul 10. 00 WIB.

Kepala Kejati Jambi Johanis Tanak membenarkan penangkapan sang buronan dengan berprofesi sebagai Konsultan Pengawas (Site Enggineer) di CV Inti Susunan yang bergiat di Maluku.

Penangkapan ini berkat kerja sama dengan Kejagung dan pihak Kejati Maluku. Usai diamankan pada Kantor Kejati Jambi, Johanis Tanak menyebutkan, pihaknya akan memboyong si buronan ke Jakarta setelah berkoordinasi pihak Kejagung.

“Sudah kita amankan, masih di sini, Kita akan berkoordinasi dengan kejaksanaan agung. Beliau akan dibawa ke Jakarta. Proses penanahannya kewenangan Kejati Maluku, ” kata Johanis.

Dia membeberkan, berdasarkan Tulisan Kejati Maluku No: R-755/Q. 1/Dsp. 1/11/2020 tanggal 06 November 2020, menyatakan Muhammad Ridwan Pattilow ialah terpidana dalam tindak pidana korupsi Penyalahgunaan Dana dalam Kegiatan Pendirian Water Front City Kota Namlea tahap I Tahun Anggaran 2015 dan Tahap II Tahun Taksiran 2016.

Kerugian negara dari kegiatan yang digawangi Jawatan Pekerjaan Umum Kabupaten Buru tersebut sekitar Rp6, 6 Miliar. Berdasarkan Putusan PT Ambon No: 2/PID. SUS-TPK/2020/PT AMB Muhammad Ridwan Pattilow dinyatakan terbukti bersalah melakukan aksi pidana korupsi. Yang bersangkutan divonis pengadilan tipikor setempat dengan kejahatan penjara lima tahun dan membayar denda Rp300 Juta subsider empat bulan kurungan penjara.

Muhammad Ridwan dinyatakan sebagai buron pasca proses banding 24 Februari 2020. Dia tidak melakukan kasasi dan menghilang. Akibatnya, putusan mahkamah yang dijatuhkan kepadanya menjadi berdaya hukum tetap. (OL-13)

Baca Juga: Dikasih Jaksa Pinangki US$50 Ribu, Muka Anita Sedu