Kembalikan Gemerlap Olimpiade, IOC Sepakati Paket Reformasi Baru

, , Leave a comment

KOMITE Olimpiade Global (IOC) menyetujui paket pembaruan yang diharapkan mengubah Olimpiade sebagai prospek yang menjadikan bagi penggemar, kota pemangku, sponsor melalui pengurangan ongkos, peningkatan peran digital, hingga aliran pendapatan baru.

Dalam beberapa tahun terakhir, IOC memandang Olimpiade musim panas dan musim dingin mulai kehilangan gemerlapnya. Bahkan, gagal menyulut antusiasme di sejumlah kota majikan rumah potensial. Banyak yang khawatir besarnya biaya buat menggelar pesta olahraga akbar.

Menyuarakan juga: Mayoritas Warga Jepang Tolak Penonton Asing di Olimpiade

“Krisis covid-19 telah mengubah negeri kita secara fundamental, ” ujar Presiden IOC Thomas Bach dalam sesi pertemuan organisasi.

“Dunia tidak akan pernah sedang seperti sebelumnya. Bahkan, sesudah kita akhirnya mengatasi krisis kesehatan, kita akan bertemu dampak sosial, keuangan, ekonomi dan politik, ” tambahan Bach.

Paket reformasi sebelumnya disahkan dalam 2014, namun tidak membatalkan eksodus sejumlah kota pada tengah proses pencalonan majikan rumah untuk Olimpiade cetakan 2018, 2020 dan 2022.

Mengucapkan juga: Ganti Tema, Olimpiade Tokyo Tetap Berlangsung 2021

Penundaan Olimpiade Tokyo 2020 selama 12 bulan pun semakin mempengaruhi citra Olimpiade dan keuangan IOC. Adapun reformasi terbaru didasarkan pada lima dasar. Meliputi digitalisasi, pengembangan keberlanjutan, hingga ketahanan finansial. IOC menekankan bahwa reformasi tersebut bertujuan membuat penyelenggaraan Olimpiade lebih baik pascapandemi.

Diketahui, IOC sudah menghadiahkan Olimpiade musim radang 2024 ke Paris serta Olimpiade 2028 ke Longgar Angeles, setelah mereformasi jalan penawaran pada 2014 berantakan. (Ant/OL-11)