KLHK Siapkan Pasal Berlapis pada 4 Pemburu di Way Kambas

, , Leave a comment

SEBANYAK empat orang pemburu ditangkap oleh Penyidik Pegawai Jati Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Itu adalah JI, 46, AI, 22, BP, 30 & PO, 43. Para pemburu bersenjata api rakitan itu, ditangkap di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, di 14 Februari lalu. Saat ini mereka ditahan dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lampung.

Atas perbuatannya mereka akan dijerat dengan hukuman pidana pantat. Karena saat beraksi mereka menggunakan senjata api serta amunisi secara ilegal.

Kini, tim Gakum KLHK berkoordinasi dengan kepolisian membahas kemungkinan penerapan adat pidana secara multidoor.

Melalui rilis yang diterima Media Indonesia, Sabtu (27/2) sore, Kepala Rumah Gakkum KLHK Wilayah Sumatera menyebutkan pihaknya sudah mengidentifikasi pemasok senjata api yang digunakan para pemburu.

“Gakkum KLHK telah mengantongi identitas orang dengan diduga menjadi pemasok senjata api. Kami bersama Ditjen KSDAE akan berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk penanganan kasus ini sampai tuntas untuk memburu aktor intelektualnya, ” ungkap Eduward.

Kasus ini, sendat Eduward, berawal dari kesibukan tim patroli Taman Nasional Way Kambas bersama pacar konservasi pada 14 Februari lalu. Saat itu, tim sedang patroli dan mendengar suara tembakan yang berpangkal dari dalam kawasan hutan. Tim menemukan 1 (satu) kapal klotok tanpa orang bersandar di dalam kawasan hutan di wilayah kegiatan Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Sekapuk.

Di dalam kapal, awak menemukan 1 (satu) wadah senjata. Tim mencurigai ada yang sedang berburu pada dalam kawasan hutan serta mencarinya. Sekitar pukul 00. 30 WIB, tim menangkap BP, 30. Melalui metode diinterogasi tim mendapat bahan masih ada 4 (empat) orang pelaku di dalam hutan.

Lalu, tim pun melanjutkan pencarian kedalam hutan dan kira-kira pukul 02. 30 WIB berhasil menangkap 3 (tiga) pemburu. Sementara satu orang pemburu melarikan diri, bersembunyi ke dalam kawasan hutan. Hingga kini tim belum berhasil menemukannya.

Dari tiga pemburu yang berhasil ditangkap, tim mengambil barang bukti satwa liar dilindungi hasil buruan yakni 2 (dua) ekor payau sambar (Rusa unicolor) dengan sudah dipotong potong, 1 (satu) ekor landak (Hystrix javanica), 5 (lima) punggung napu (Tragulus napu).

Dan dari para-para tersangka, tim juga mengambil 1 (satu) pucuk senjata api rakitan, 1 (satu) pisau, 1 (satu) hp merk Nokia, 1 (satu) dompet, 1 (satu) buah taring harimau, 1 (satu) kuku harimau, uang Rp 100. 000, 1 (satu) buah senter, 1 (satu) kapal klotok, 2 (dua) buah tas pinggang, 3 (tiga) korek api dan 3 (tiga) butir amunisi. (OL-4)