KPU Minta KPUD Persiapkan PSU Pilkada Sabu Raijua

, , Leave a comment

PASCA putusan Majelis hukum Konstitusi (MK) Komisi Penetapan Umum (KPU) kini tengah mempersiapkan proses dan tingkatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pilkada Kabupaten Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggar Timur (NTT).

KPU RI meminta pada KPUD Kabupaten Sabu Raijua untuk terus melakukan penyelarasan dengan seluruh pihak pertama pemerintah daerah setempat pokok lokasi PSU yang masih merupakan daerah terdampak bencana banjir bandang.

“Bencana ini tentu siap keprihatinan kita bersama. Oleh karena itu pelaksanaan PSU perlu partisipasi semua pihak, ” ungkap Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (16/4).

Berdasarkan ptuusan MK, KPU memiliki periode maksimal 60 hari buat melaksanakan PSU Pilkada Sabu Raijua. Oleh karena itu, agar pelaksanaan PSU mampu terselenggara dengan baik dalam tengah situasi bencana, KPU RI mendorong KPUD menyiapkan hal-hal terkait kepemiluan secara tetap mencermati situasi gangguan.

“Kami serupa meminta agar mereka (KPUD Sabu Raijua) juga tetap melaporkan kepada KPU RI terkait situasi terakhir pada sana, ” ungkapnya.

Dewa menyebut, KPU RI terus memantau & melakukan supervisi terhadap ancang-ancang pelaksanaan PSU Kabupaten Sabu Raijua.

Bertemu dengan regulasi yang ada dalam peraturan KPU (PKPU) segala proses persiapan penjelmaan tahapan PSU merupakan tanggungan dari KPUD setempat. Situasi ini juga berlaku dalam 15 daerah lain yang juga melaksanakan PSU.

“Kami sebagai sentral telah melakukan supervisi menggunakan surat yang akan ditindaklanjuti oleh KPUD selaku pihak pelaksana PSU, ” ungkapnya.

Salah utama hal penting dalam merancang PSU ialah melakukan sosialisasi kepada pemilih. Sosialisasi menetapkan dilakukan agar tingkat kontribusi pemilih dalam proses PSU bisa tetap terjaga. Menerjang proses kampanye, Dewa menyuarakan bahwa tidak ada lagi tahapan kampanye dalam PSU.

“Mengenai persuasi sesuai dengan ketentuan tidak lagi ada kampanye pada PSU maupun penghitungan bahana ulang. Yang ada hanya sosialisasi dari KPU, ” ujarnya.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Sabu Raijua 9 Desember 2020 berjumlah 54. 546 orang, sementara partisipasi pemilih tercatat sebanyak 44. 713 orang.

“Kita menggunakan DPT berdasarkan 9 Desember lalu dengan melakukan pencermatan siapa yang sedang berhak memilih dan tidak, ” ungkapnya.

Sebelumnya, MK mendiskualifiksai pasangan yang diusung Partai Demokrat, PDIP dan Gerindra tersebut karena calon bupati, yakni Orient Riwu Kore diketahui berkewarganegaraan Amerika Serikat. Namun calon wakil bupati Thobias Uly adalah pensiunan penguasa Pemprov NTT.

Putusan MK yang dibacakan pada sidang Kamis, 15 April 2021, memberikan kesempatan kepada dua pasangan bahan yang sebelumnya kalah di dalam pilkada, kembali bertarung di pemunggutan suara ulang yaitu pasangan Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Uly Kale dan pasangan Taken Radja Pono-Herman Hegi Radja Haba. (Uta/OL-09)