Macet Kain dan Cara Perawatan Pengaruhi Kualitas Hijab

, , Leave a comment

DESAINER buatan tekstil dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Nurul Akriliyati, menjelaskan, sendat kain dan cara perawatan bisa mempengaruhi kualitas hijab. Nurul menambahkan, bahan sifon sekarang menjadi alternatif yang cukup lazim digunakan hijaber.

Menurut dia, temperamen bahan sifon ringan, lembut, dan udara mudah bertukar, sehingga pemakainya dibuat nyaman serta jatuhannya biar bagus. Sifon yang semula hanya dibuat menggunakan benang sutra kini diproduksi dengan berbagai jenis macet, antara lain, kapas atau katun, rayon, nilon, poliester, atau komposit lain.

Ada juga bahan satin. Kain ini ditenun dengan cara tenun satin, memanifestasikan bagian luar kain terlihat berlinang, sementara bagian dalamnya tidak. Kain satin banyak ditemukan di pasar dan diproduksi dari beraneka seret, seperti sutra, poliester, dan nilon.

“Jika memilih baju muslim beserta hijab dari kain jenis sifon maupun satin, dengan harus diperhatikan adalah dari macet apa dia terbuat? Jika dari serat alam seperti katun, rayon, dan sutra, hijab akan tenteram digunakan, karena menyerap air atau keringat. Jika kain sifon atau satin dari serat sintetis sesuai nilon dan poliester, akan kurang nyaman digunakan pada cuaca panas.
Sayangnya, serat alam (katun, rayon, dan sutra) cepat seluruhnya kusam jika sering digunakan, ” ujar dia dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia dalam Jakarta, Kamis (9/4).

Perempuan yang memiliki pengalaman membudayakan di beberapa sekolah mode populer ini menambahkan, baju muslim daripada kedua jenis kain ini menggunakan perawatan sendiri agar warna langgeng bagus, tidak cepat kusam, benang tidak ketarik, sehingga kain tak rusak. Jika memiliki mesin cuci dengan pengaturan ‘hand wash’ atau seperti mencuci dengan tangan, kedua jenis kain ini bisa dicuci pada pengaturan tersebut.

“Khusus untuk hijab alangkah bertambah baik, jika dimasukkan terlebih awal ke dalam kantung cuci. Namun baju muslimah berbahan lembut sepantasnya dicuci tangan, tanpa menggosoknya terlalu keras, dan tidak pula menjemur kainnya dengan kasar, lalu diangin-anginkan tanpa langsung terkena sinar matahari. Jangan lupa, bagian luar kain harus diletakkan di dalam sebelum diangin-anginkan untuk menjaga warnanya, ” jelasnya.

Sebagai penunjang perawatan baju muslimah secara khusus, Nurul menyarankan menggunakan sabun basuh yang lembut dan ditambahkan pelembut dan pewangi untuk hijab & pakaian.

Hijaber Mega Iskanti memiliki trik sendiri di dalam merawat baju-baju muslim dan koleksi hijabnya. Menurutnya, baju muslim berbahan khusus, seperti sutra, sifon, ataupun satin, memang paling baik dicuci menggunakan tangan, dikucek pelan menggunakan fabric care yang sesuai. Dengan begitu serat kainnya tetap elok dan terawat hingga waktu yang lama.

Meskipun telah menggunakan sabun cuci yang manis, kadang tidak cukup. “Makanya saat tahu Wings Care akan meluncurkan produk fabric care yang mampu membuat perawatan hijab lebih mudah, jelas akan membantu banget, ” ujar Mega. (RO/A-3)