Mataram dan Lombok Barat, Zona Merah Covid-19 di NTB

, , Leave a comment

PEMANGKU Gubernur Nusa Tenggara Barat Sitti Rohmi Djalilah mengakui ada perut episentrum penyebaran covid-19 di NTB yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Kedua wilayah tersebut pun masih berstatus zona merah penularan covid-19.

“Memang episentrum penyebaran covid-19 di NTB ini ada di dua provinsi yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat dan ini menjadi pekerjaan rumah besar kita. Sehingga penanganan kita harus betul-betul fokus ke depan untuk dua wilayah ini, ” kata Sitti.

Ia mengatakan kasus covid-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat masih bertambah dengan perkembangan masing-masing 12 dan enam kejadian menurut data terkini pemerintah.

“Peta telah ditentukan, sekarang bagaimana kita menerapkan protokol covid-19 pada setiap tempat itu. Bersinergi sungguh-sungguh untuk benar-benar menjaga aktivitas-aktivitas kita, termasuk obyek wisata dengan telah dibuka, ” ungkapnya.

Wakil Gubernur meminta para pemangku kepentingan terkait memastikan implementasi protokol pencegahan covid-19 di tempat-tempat wisata yang sudah dibuka, tercatat memantau disiplin pengunjung memakai kedok, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Kami dari Provinsi NTB untuk kegiatan menyosialisasikan, sudah kami lakukan, mengecek pemakaian masker dan menggunakan masker. Dan itu butuh komitmen. Kita ingin Kota Mataram lebih aktif lagi menyosialisasikan, ” tuturnya.

Baca juga: Pengusaha di Mataram Dapat Paket Menyerupai Tengkorak Manusia

Sitti menekankan pentingnya disiplin penerapan protokol kesehatan tubuh untuk meminimalkan risiko penularan virus korona baru di semua sektor serta peningkatan upaya penanggulangan epidemi penyakit tersebut.

“Yang dulunya tidak kejadian, sekarang telah kejadian, tiap hari ada dengan meninggal, ini menunjukkan transmisi lokal telah kencang, inilah kemudian dengan menyebabkan kematian ada tiap keadaan, ” ungkapnya.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menodong Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan covid-19 termasuk membentuk tim khusus yang rutin memantau perkembangan kasus dan melakukan evaluasi.

“Kita harapkan dalam bulan Juli Kota Mataram serta Lobar (Lombok Barat) tuntas sebab covid-19, ” ujar Zulkieflimansyah. (OL-5)