Menaker Terbitkan Aturan Libur Pilkada Bagi Pekerja

, , Leave a comment

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengeluarkan aturan libur bagi pekerja saat Pemilihan Besar Daerah (Pilkada) 2020 serentak di dalam Rabu (9/12).

Ida meminta kepada para pengusaha agar memberikan kesempatan kepada pekerja ataupun buruh untuk menggunakan hak suaranya.

Hal tersebut diungkapkan Menaker Ida dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/14/HK. 04/XII/2020 tentang Hari Libur Bagi Pekerja/Buruh Pada Hari Pengumpulan Suara Pemilihan Gubernur dan Pemangku Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020, tertanggal 7 Desember 2020. Surat ini ditujukan bagi Para Gubernur di seluruh Indonesia.

“Bagi pekerja ataupun buruh yang daerahnya melaksanakan Pilkada dan harus bekerja pada keadaan pemungutan suara, maka pengusaha menyusun waktu kerja sedemikian rupa supaya pekerja dapat menggunakan hak pilihnya, ” kata Ida dalam SE tersebut, Senin (7/12).

Meskipun tidak semua daerah menjadikan Pilkada, Menaker Ida menegaskan kalau Hari Libur Nasional juga sah bagi daerah yang tidak melakukan Pilkada.

Menaker Ida menambahkan, bagi pekerja/buruh yang bekerja pada hari pemungutan suara, maka berhak atas upah kerja lembur dan hak-hak lainnya, sesuai secara ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Bagi pekerja/buruh yang daerahnya tidak melaksanakan Pilkada dan tetap kudu masuk kerja, maka pelaksanaan hak-haknya sama, yakni berhak atas upah kerja lembur dan hak-hak lainnya, ” terang Ida.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan Rabu (9/12) sebagai Hari Libur Nasional. Ketetapan ini sesuai secara Keputusan Presiden Nomor 22 Tarikh 2020 tentang Hari Pemungutan Bahana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, beserta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020. (OL-12)