Menjaga Bumi Lebih Baik

, , Leave a comment

PANDEMI covid-19 mengajari banyak orang di seluruh dunia untuk mengganti cara hidup mereka. Mulai sebab hidup lebih resik, atau bahkan maka beralih ke gaya hidup berkelanjutan ( sustainable ) yang lebih ramah bagi Dunia.

Banyak orang, misalnya, kini mulai gemar berkebun, pun bepergian dengan bersepeda. Nah, kalau buat membantu kita mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, beberapa aplikasi di kolong ini bisa dimanfaatkan.

AirVisual

Langit biru yang dilihat masyarakat Ibu Kota dan sekitarnya selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ialah dampak positif nya kualitas udara setempat. Itu pun terefleksi dalam data yang direkam aplikasi AirVisual, yang membuktikan angka kualitas udara Jakarta beruang pada rentang 51-100. Namun, masa para pekerja sudah kembali beraktivitas dalam kenormalan baru, terpampang kualitas udara di Jakarta kembali dalam kisaran 151-200, yang artinya tidak segar bagi paru-paru Anda.

Aplikasi yang bisa diunduh dalam Play Store ini akan memudahkan Anda mengetahui kondisi kualitas suasana di sekitar lingkungan Anda, dan aktivitas yang sesuai. Siapa tahu, itu juga bisa memotivasi Kamu untuk lebih banyak menanam pohon dan mengurangi emisi karbon dibanding kendaraan pribadi.

Ecosia

Gemar menjelajah di dunia imajiner? Anda mungkin bisa mempertimbangkan Ecosia sebagai mesin peramban Anda. Ecosia beroperasi di sistem Android maupun iOS. Anda bisa pula mengunduh permintaan ekstensi untuk Mac dan Google Chrome , serta Firefox .

Ketika Anda memakai search engine -nya, penerapan yang berbasis di Jerman tersebut menginvestasikan pendapatan iklan yang ia peroleh untuk penanaman pohon dalam sejumlah negara yang dinilai memerlukan, seperti Indonesia, Haiti, Nikaragua, ataupun Kenya.

Sejak 2009, Ecosia mengklaim telah menanam kurang lebih 98, 5 juta pohon. Secara berkala, Ecosia menginformasikan informasi keuangan mereka, berikut proyek-proyek penanaman pohon yang dilakukan bersama pacar lokal ataupun proyek sosial ekonomi lain dengan komunitas setempat. Lebih lanjut, Ecosia pun mengklaim operasional mereka menggunakan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya.

Mall Sampah, Mountrash

Bingung sedia dikemanakan sampah Anda? Coba permintaan Mall Sampah untuk Android dan iOS. Aplikasi ini mendorong gerakan periode ulang, seperti juga aplikasi Mountrash, atau Plastic Pay.

Aplikasi-aplikasi itu menghubungkan produsen kotor (rumah tangga, kantor dan bisnis) dengan kolektor terdekat, agar lebih mudah bertransaksi material/ sampah masa ulang ( recyclable ).

Pada MallSampah, Anda bisa meminta penjemputan kotor di aplikasi, kolektor terdekat mau menjemput dan membayar sampah Anda. Tatkala itu, pada Mountrash , pembayaran untuk setoran sampah yang akan didaur ulang mampu berupa pulsa dan token listrik.

Anda juga bisa melihat kisaran harga dari di setiap jenis sampah yang akan dijual, dan memantau laporan daur kembali secara realtime di aplikasi.

Deedster

Tanpa sadar apa yang kita makan dan kerjakan menghasilkan jejak karbon/emisi. Data dari jurnal Nature Climate Change , emisi di bumi berhasil turun 17% selama masa karantina kelanjutan pandemi covid-19. Namun, itu hanya sementara lantaran terhentinya aktivitas transportasi dan industri.

Sejumlah emisi timbul dari pengolahan makanan. Maka itu, aplikasi Deedster di iOS mengajak konsumen lebih ingat apa yang dimakannya. Pertama, penerapan akan menanyakan apakah Anda mengonsumsi warga atau ikan atau vegetarian. Itu juga akan menanyakan frekuensi Kamu memakan daging merah, daging ayam, ikan, dan daging babi. Lalu, aplikasi menanyakan seberapa sering Anda membeli produk berlabel ramah lingkungan atau buatan lokal, transportasi apa yang Anda pakai, bagaimana sumber daya listrik di rumah, belanjaan elektronik apa saja yang Anda beli setahun terakhir, berapa banyak pakaian serta kosmetik yang dibeli dalam 3 bulan terakhir, dan barang apa saja yang Anda coba untuk daur ulang.

Lalu aplikasi akan memberikan scoring seberapa besar emisi yang kita hasilkan dan memberi opsi tantangan yang bisa kita lakukan untuk tak menghasilkan sampah, plus mengundang teman serta keluarga untuk bersama meniti tantangan tersebut.

Less

Less ialah kalkulator emisi sejak konsumsi makanan yang bisa didapat di App Store. Aplikasi tersebut cenderung lebih ketat.

Apalagi bila dalam 7 hari final Anda meng-input dua kali makan daging ayam dan 3 kala makan ikan, peringatan langsung muncul. Anda baru boleh makan sedang aneka varian daging di pekan depan.

Dengan mutlak makanan yang mungkin kita budi sedikit itu, aplikasi ini menjabarkan bahwa kita telah menghasilkan emisi setara 5, 9 km kunjungan mobil, membuang 163 liter air, dan merusak 0, 01 meter persegi hutan hujan Amazon.

JouleBug

Aplikasi interaktif itu memungkinkan Anda bekerja kelompok mengakhiri tantangan dan mendapat poin dengan tujuan menciptakan keberlangsungan lingkungan daerah.

Kegiatan pemula dimulai dari memadamkan lampu dan elektrik yang tidak diperlukan ketika Anda meninggalkan ruangan, membuang sampah ke keranjang sampah yang benar (memilah sampah), seberapa sering Anda memasukkan ulang botol minum yang bisa dimanfaatkan kembali, hingga semaksimal apa Kamu menggunakan telecommuting seperti Zoom, Skype , dan Google Hangout untuk mengurangi emisi dari berjalan ke
kantor. (M-2)