Nilai Gabah di Temanggung Naik

, , Leave a comment

PETANI di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah bisa tersenyum lagi pokok harga gabah belakangan mengalami kenaikan dibanding saat musim panen sebelumnya. HalĀ ini dirasa menghibur petani dalam masa krisis akibat pandemik korona. Yudi, 52, salah seorang petani di Kelurahan Madureso, Kecamatan/Kabupaten Temanggung mengatakan, saat musim panen sebelumnya gabahnya hanya laku terjual Rp3. 500 per kilogram (kg) buat kategori Gabah Kering Giling (GKG) jenis IR. Hasil panen sekarang, meski masih dalam penjemuran gabahnya sudah ditawar Rp5. 000 per kg GKG.

“Harga ini lebih tinggi dibanding panen sebelumnya, cuma laku Rp3. 500 per kg. Yang sekarang sudah dibeli seharga Rp 5. 000 per kg, ” tutur Yudi di Temanggung, Minggu (18/10).

Yudi menanam padi pada lahan seluas sekitar 6000 meter persegi. Pada panen kali itu ia mendapat hasil sekitar mulia ton gabah. Tingginya harga taris diduga lantaran kualitas hasil pengetaman yang cenderung bagus. Selain tersebut, di daerah Temanggung baru sudah panen tembakau, sehingga belum penuh yang menanam padi.

“Karena belum banyak yang menanam padi setelah panen tembakau, buatan panen padi juga masih kecil. Hal ini membuat harga taris cenderung tinggi, ” ujar Yudi.

baca selalu: Makam Istri Sultan Iskandar Muda Tidak Terawat

Ahmad, 45, petani lainnya mengutarakan hal senada. Hasil panen padinya terjual Rp5. 000 per kg. Ia memiliki areal lahan sekitar satu hektare. Sebagian ia tanami aneka sayuran seperti terung & jagung. Sebagian lagi ia tanami padi. Namun karena hasil panen cenderung bagus saat ini, maka kuantitasnya pun lebih banyak. Buatan yang didapatnya hampir mencapai mulia ton.

“Harga taris yang sekarang lebih tinggi lantaran panen sebelumnya. Mungkin karena belum ada panen padi setelah lengkap panen tembakau, ” pungkasnya. (OL-3)