Nusantara Segera Dapat 10 Juta Vaksin G42

, , Leave a comment

PERUSAHAAN G42 Healthcare Holdings asal Uni Emirat Arab (UEA) dipastikan akan mengirimkan 10 juta vaksin covid-19 ke Nusantara tahun ini. Vaksin tersebut bahan diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan serta pejabat-pejabat yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Saya kira pertengahan tahun depan telah hampir 150 juta yang divaksinasi, kalau semua berjalan sesuai rencana, ” ujar Menteri Koordinator Tempat Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterang annya, Sabtu (12/9).

G42, lanjutnya, ialah perusahaan teknologi kesehatan Bon Emirat Arab (UEA) yang berbasis artificial intelligence (AI). Perusahaan itu aktif terlibat dalam penelitian, perluasan, dan distribusi aplikasi pengujian serta perawatan covid-19.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan, pemerintah tidak bisa bergantung kepada vaksin asal Tiongkok, Sinovac. Adanya vaksin Merah Putih dan G42 bisa memenuhi kebutuhan warga.

Sementara itu, uji coba vaksin covid-19 dengan dikembangkan Astrazeneca dan Universitas Oxford akan dilanjutkan setelah dihentikan tengah karena efek samping yang dilaporkan pada pasien, di Inggris.

Universitas Oxford mengatakan tes coba vaksin telah dianggap aman untuk dilanjutkan. Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock menyambut baik informasi dilanjutkannya uji coba vaksin covid-19 tersebut.

Di bagian lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hampir 180 kandidat vaksin sedang diuji di seluruh dunia, tetapi belum ada yang menyelesaikan uji klinis.

Bersandarkan data harian kasus covid-19 sebab Kementerian Kesehatan, hingga kemarin siang, terdapat penambahan kasus konfirmasi tentu covid-19 sebanyak 3. 636 jadi total kasus positif menjadi 218. 382.

Adapun peristiwa sembuh bertambah 2. 552 jadi total menjadi 155. 010. Kemudian, kasus meninggal bertambah 73 sehingga total menjadi 8. 723.

Selain itu, spesimen dengan diperiksa bertambah 30. 100 jadi total menjadi 2. 650. 104. Adapun suspect yang tengah diawasi berjumlah 97. 227 dari 490 kabupaten/kota di 34 provinsi. (Ins/Ata/Hym/BBC/X-7)