PBB Kritik Trump soal Dana buat WHO

, , Leave a comment

SEKRETARIS Jenderal Bon Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) harus dibantu. Komentarnya datang tidak lama setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tentang penghentian pemberian sokongan oleh AS untuk WHO.

“Keyakinan saya ialah Organisasi Kesehatan Dunia harus didukung, sebab sangat penting bagi upaya dunia untuk memenangi perang melawan covid-19, ” ujar Sekjen PBB di dalam pernyataan yang dikeluarkan juru bicaranya, kemarin.

Guterres menekankan kini bukan waktunya mengurangi sumber daya untuk operasi organisasi kesehatan tubuh di bawah naungan PBB tersebut. Sebaliknya, ia menyerukan saat tersebut merupakan momen meningkatkan persatuan dan publik internasional dalam membangun kerja sepadan memerangi covid-19.

“Sekarang bukan saatnya mengurangi sumber gaya untuk operasional WHO atau pola kemanusiaan lainnya dalam memerangi virus, ” kata Guterres.

Sementara itu, melalui akun Twitter-nya, Nahid Bhadelia, seorang ahli penyakit menular dan direktur medis sebab Special Pathogens Unit di Boston University, mengatakan penarikan dana bakal menjadi bencana.

“WHO merupakan mitra teknis global, platform tempat negara-negara berdaulat berbagi data/teknologi, mata kita pada lingkup global pandemi ini, ” cuitnya.

Kritik atas sikap Trump juga datang dari negara lain. Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas meminta semua negara tak saling menyalahkan terkait krisis virus korona. “Kita harus memperkuat PBB dan WHO, terutama dalam perluasan dan pendistribusian
vaksin serta alat tes, ” ujarnya.

Adapun juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian menyatakan AS harus tetap bertanggung jawab soal pemberian dana buat WHO. Menurut dia, Tiongkok sendiri sudah menyumbang sekitar US$20 juta kepada WHO.

“Kami sangat prihatin atas keputusan AS. Peran WHO tidak bisa tergantikan. Keputusan AS itu akan melemahkan kemampuan WHO dalam
menyalahi pandemik, ” kata jubir itu.

Condong ke Tiongkok

Presiden Trump sebelumnya mengatakan tempat telah menginstruksikan pemerintahannya untuk menahan pendanaan untuk Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO). Dia mengatakan WHO telah gagal dalam tugas dasarnya dalam merespons wabah virus korona.

Trump menuduh pranata PBB itu salah dalam mengelola dan menutupi penyebaran virus setelah virus itu muncul di Tiongkok. Menurutnya, WHO harus dimintai pertanggungjawaban.

Trump juga mendakwa WHO condong terhadap Tiongkok. “Saya mengarahkan pemerintahan saya untuk menghentikan pendanaan sementara dilakukan tinjauan buat menilai peran Organisasi Kesehatan Negeri dalam salah kelola dan memendam penyebaran virus korona. WHO bubar dalam tugas dasarnya dan harus dimintai pertanggungjawaban, ” kata Trump di konferensi pers di Gedung Suci, kemarin.

Amerika ialah penyandang dana tunggal terbesar WHO, menyediakan $ 400 juta tahun lalu, hanya di bawah 15% dari total anggarannya. “Dengan pandemi covid-19, kami memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah digunakan sebaik mungkin, ” kata Trump.

Amerika Serikat zaman ini merupakan negara yang menyesatkan parah terkena dampak pandemi virus korona dengan 592. 743 peristiwa dan 25. 239 kematian. (AFP/Xinhua/Aljazeera/BBC/Hym/X-11)