Penanganan Kasus Covid-19 di Bali Cukup Baik

, , Leave a comment

GUBERNUR  Bali, I Wayan Koster menyampaikan evaluasi penanganan Covid-19 di Bali tahun 2020 dan apa saja yang harus dilakukan di tahun 2021. Koster mengatakan, secara umum bahwa pandemi Covid-19 di Bali telah dapat ditangani dengan baik.

Hal ini ditandai dengan beberapa antara lain terkendalinya kasus positif baru (rata-rata di bawah 100 kasus per hari), meningkatnya angka kesembuhan (mencapai di atas 90%), dan terkendalinya angka kematian (kurang dari 5 orang per hari). Bahkan Bali termasuk kategori daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia. 

“Pencapaian yang baik ini berkat kerja keras dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejati Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Desa Adat, dan Desa/Kelurahan se-Bali serta gotong-royong berbagai komponen masyarakat. Bali. Bahkan menjadi percontohan yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penanganan Covid-19. Dengan memberdayakan Desa Adat melalui pembentukan Satgas Gotong-Royong,” ujarnya di Denpasar, Jumat (1/1/2021).

Pemerintah Provinsi Bali telah berhasil melaksanakan berbagai upaya dan program penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap masyarakat. Anggarannya bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali yaitu upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan semakin memperketat pemberlakuan protokol kesehatan, peningkatan kapasitas layanan uji swab berbasis PCR dan rapid test antigen.

Peningkatan kualitas layanan pasien Covid-19 dengan menyediakan fasilitas karantina dan rumah sakit rujukan yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan tenaga medis yang memadai. Termasuk memberi insentif bagi tenaga medis dan non medis, yang masih berjalan hingga hari ini.

Selain itu, Bali juga harus menanggulangi berbagai dampak Covid-19 terhadap ekonomi berupa bantuan sosial tunai sebesar Rp78,1 miliar kepada 43.400 kelompok IKM/UKM/UMKM, bantuan sebesar Rp16,3 miliar kepada 1.407 koperasi, dan bantuan sosial tunai sebesar Rp13,1 miliar lebih kepada 7.287 orang pekerja formal yang terkena PHK/dirumahkan. Ada juga penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat berupa bantuan sosial pendidikan sebesar Rp24,8 miliar kepada 19.882 siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB, dan 9.423 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. 

baca juga: Pemprov Kalsel Pamerkan Prestasi Sepanjang 2020

Selain itu Pemprov Bali berhasil memperjuangkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial yang telah direalisasikan sebesar Rp2,5 triliun lebih bersumber dari APBN Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi program Kartu Prakerja dengan anggaran sebesar Rp404 miliar lebih untuk 113.899 orang pekerja. Bantuan subsidi upah dengan anggaran sebesar Rp630 miliar lebih untuk 262.711 pekerja. Serta Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan anggaran sebesar Rp397 miliar lebih untuk 108.499 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), realisasi sampai bulan Desember. (OL-3)