Pernik

, , Leave a comment

SURAT Isyarat Nomor Kendaraan (STNK) & Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) menjadi dua dokumen yang penting dimiliki. Jika BPKB hilang, harus cepat diurus mengingat fungsi keduanya amat penting sebab STNK digunakan untuk mengetahui nama kendaraan, sedangkan BPKB diperlukan sebagai tanda pengenal instrumen. Lantas apa saja syarat-syarat yang diperlukan untuk mengurus kembali STNK dan BPKB yang hilang?

Pertama, identitas diri semacam kartu tanda penduduk (KTP) ataupun surat izin mengemudi (SIM) dari pemilik STNK, kedua surat pernyataan BPKB ataupun STNK yang kering, surat tersebut harus dibubuhi oleh tanda tangan pemilik disertai materai, ketiga salinan STNK atau BPKP dengan hilang, keempat surat kalau BPKB tersebut tidak digunakan sebagai agunan pinjaman. Kelima, berita acara hilangnya BPKB yang biasanya dibuat dalam kepolisian. Keenam, bukti pemasangan iklan kehilangan BPKB dalam media massa.

Untuk mengurus BPKB baru, kita harus mengisi surat isian permohonan BPKB serta hasil cek fisik kendaraan, di kantor Sistem Manunggal Mulia Atap ( Samsat) terdekat. Lalu, seluruh persyaratan yang telah lengkap tersebut diserahkan ke loket BPKB, nanti kita akan menerima bukti penyerahan berkas persyaratan serta simpan bukti tersebut tanpa sampai hilang. Sebab, nanti akan digunakan untuk menebus BPKB baru. Biayanya, buat Kendaraan bermotor roda 4 (mobil) adalah sebesar Rp200. 000, Biaya baru mulai penerbitan Rp100. 000.

Baca juga: Servis Tes Covid-19 Gratis, Petugas Akan Datangi Rumah Pemudik

Untuk menyelenggarakan STNK baru, berikut dokumen persyaratannya:

1. KTP pemilik kendaraan (asli dan fotokopi)

2. Fotokopi STNK yang lenyap

3. Surat keterangan kehilangan STNK dari kepolisian (Polsek ataupun Polres setempat)

4. BPKB (asli & fotokopi)

Kemudian kita datang ke jawatan Samsat apabila bila berkas / dokumen persyaratan sudah lengkap. Berikut cara mengurus pergantian STNK atau mengajuan pembuatan STNK baru di kantor Samsat.

1. Pemilik harus melangsungkan cek fisik kendaraan

2. Pemilik kudu mengisi formulir pembuatan STNK baru di loket pelayanan dengan melampirkan persyaratan sertifikat yang diperlukan

3. Mengurus cek blokir atau surat keterangan STNK hilang dari Samsat dengan berisi keterangan keabsahan STNK terkait, misalnya tidak di kondisi diblokir atau pada pekerjaan

4. Semua dokumen dan berkas juga surat keterangan gaib dari SAMSAT diserahkan pada Loket Bea Balok Nama ( BBN ) pada Kantor Samsat

5. Membayar biaya pengerjaan STNK. Biaya mengurus STNK untuk Kendaraan bermotor jentera 2, roda 3, ataupun angkutan umum sebesar Rp. 50. 000 dan organ bermotor roda 4 ataupun lebih sebesar Rp. 75. 000 ( Berdasarkan Sistem Pemerintah No. 50/2010)

6. Jika seluruh langkah tadi sudah dilakukan, kita tinggal menunggu tenggat STNK selesai umumnya memerlukan waktu sekitar satu minggu. (OL-2)