Perut Alternatif Atasi Masalah Irigasi Di Desa Kepoh Basel

, , Leave a comment

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan merekomendasikan besar alternatif untuk mengatasi masalah irigasi persawahan di Desa Kepoh Kabupaten Bangka Selatan (Basel).

Hal tersebut diutarakan Erzaldi era melakukan kunjungan kerja ke Kampung Kepoh untuk meninjau kawasan yang pada 2013-2014 telah dicetak jadi daerah persawahan.

“Saya ke sini untuk memastikan kembali dan mendengarkan kendala yang dialami, ” kata Erzaldi, Minggu (19/7).

Meskipun, lanjutnya, kondisi sudah cukup bagus, ternyata masih terdapat beberapa persoalan, yakni areal sawah Desa Kepoh kerap banjir sebab air sungai lebih luhur dibandingkan areal sawah.

Baca juga: Polda Sumbar Mengambil 7 Pelaku Tambang Ilegal

“Air (irigasi) masih belum lancar. Selain itu, banjir, sehingga perlu dicarikan solusi untuk mengakhiri banjir, ” sambungnya.

Menurut Erzaldi, ada dua pilihan yang direkomendasikan. Pertama adalah peninggian tanggul, atau yang kedua adalah membuat codetan baru/saluran baru, jadi air yang ada di petakan sawah bisa mengalir.

Pada saat ini, lanjutnya ladang Desa Kepoh dengan luas 400 hektare masih di bawah kewenangan pemerintah kabupaten.

Kadis Pertanian Juaidi menjelaskan sudah mengirim surat kepada kabupaten dalam peristiwa ini adalah Bupati Bangka Daksina untuk menggabungkan lahan Desa Kepoh dengan kawasan Bikang dan Gadung, sehingga jika digabungkan menjadi 1. 300 hektar. “Kami masih menunggu jawaban dari bupati, ” perkataan Juaidi.

Apabila disetujui, imbuhnya, maka bisa menjadi kewenangan provinsi. “Kalau itu sudah diserahkan ke provinsi, nanti provinsi yang bisa membantu untuk menyelesaikan urusan irigasi ini karena masalah irigasi ini dibatasi oleh kewenangan, ” pungkasnya. (OL-14).