PKB: Sikap Tegas dan Keras Pangdam Jaya Bentuk Peringatan

, , Leave a comment

ANGGOTA Komisi I Abdul Kadir Karding menilai, sikap Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman sebagai sebuah peringatan. Seluruh pihak diminta mematuhi susunan yang berlaku.

“Sebagai warganegara atau sebagai ormas (organisasi masyarakat) jangan seenaknya apalagi mengancam stabilitas negara membenturkan antar golongan dan sebagainya, ” kata Karding saat dihubungi, hari ini.

Politikus Partai Kebangkitan Keluarga (PKB) itu meyakini peringatan tersebut sudah melalui pertimbangan. Salah satunya menilai kegiatan dan pernyataan yang disampaikan oleh Imam Besar Fron Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

“Pangdam melihat tersedia potensi yang riskan bagi negara khusus stabilitas dan pertahanan negara kita karena kegiatan-kegiatan tersebut, ” ungkap dia.

Baca juga: Baliho Rizieq Ternyata Tidak Punya Persetujuan

Dia berharap, perilaku yang ditunjukkan Dudung efektif menancapkan disiplin masyarakat. Sehingga, kegiatan dengan dilakukan tidak lagi menyalahi keyakinan protokol kesehatan.

“Pesan itu diharapkan betul-betul efektif bagi munculnya atau berulangnya kegiatan bagaikan yang dilakukan FPI dan Kekasih Rizieq untuk tidak terulang, ” ujar dia.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengeluarkan pernyatakan keras bagi organisasi yang berusaha memecah persatuan serta kesatuan atau melawan aturan. Sistem tersebut bakal berhadapan dengan TNI.

‘Ini negara asas jadi harus taat hukum, ‘ tegas Dudung di Monas, Jakarta Pusat, hari ini.

Selain itu, Dudung memerintahkan pasukannya untuk membersihkan baliho di provinsi Ibu Kota. Hal itu dikerjakan sebagai tindak tegas bagi dengan melanggar aturan. (Medcom. id/OL-4)