Pola Lingkungan Kompak Bantu Pahlawan Sampah

, , Leave a comment

SEBANYAK 67 organisasi ataupun komunitas lingkungan serempak berkolaborasi bergabung dengan Greeneration Foundation, Waste4Change, & Kitabisa. com melakukan penggalangan biaya bagi para pemulung dan petugas pengangkut sampah di Indonesia. Kelakuan tersebut dilakukan agar mereka langgeng aman di tengah wabah korona atau covid-19 yang melanda Indonesia.

Direktur Eksekutif Greeneration Foundation Vanessa Letizia mengatakan negeri melakukan berbagai upaya untuk mengerjakan serta memutus rantai penyebaran epidemi covid-19. Salah satunya ialah negeri telah menghimbau masyarakat untuk menyelenggarakan physical distancing atau jaga jarak secara melakukan pekerjaan di rumah.

“Namun nyatanya, tidak seluruh pekerjaan dapat dikerjakan di vila oleh setiap orang, ” membuka Vanessa dalam keterangan resmi yang diterima belum lama ini.

Vanessa menjelaskan melakukan pekerjaan di rumah tidak bisa dikerjakan para tenaga medis yang berada di garda paling depan untuk merawat dan menyelamatkan pasien yang terinfeksi positif virus korona.

Selain itu, pahlawan yang berjuang mencari nafkah di tumpukan sampah seperti pemulung dan aparat angkut sampah pun terpaksa kudu
menaruhkan nyawa mereka demi mencari nafkah dan menjaga lingkungan kelompok agar tetap bersih.

“Kami dari Greeneration Foundation menyilakan komunitas persampahan di seluruh Indonesia untuk bergerak bersama- sama menolong para pemulung di sekitar wadah kita masing-masing. Dengan kolaborasi & dukungan banyak pihak, kami harapkan dapat memberikan dampak yang pas besar dan menjaga keamanan para-para pemulung ataupun petugas persampahan dari covid-19, ” jelas Vanessa.

Sejalan dengan Greeneration Foundation, Founder dan Managing Director sejak Waste4Change, M Bijaksana mengatakan, petugas persampahan dan pemulung juga adalah penjaga pertahanan masyarakat terhadap penyebaran covid-19.

Dengan begitu, mereka juga perlu diedukasi dan menjaga diri agar mereka had orangorang di sekitarnya dapat menjalankan sampah dengan lebih hati-hati serta berkesinambungan dengan standar pengelolaan kotor dari pemerintah.

“Sehingga, hal ini perlu didukung dengan pemberian alat pelindung diri (APD) dan kebutuhan gizi yang sampai agar mereka juga dapat terhindar dari penyebaran covid-19, ” cakap dia.

Selain tersebut, ia berharap masyarakat pun tetap perlu memilah sampah terutama menyekat sampah seperti masker atau tisu bekas agar tidak
tercampur dengan sampah jenis lainnya.

Saat ini, ia mempertunjukkan, ada sekitar 6. 000 suku pemulung di TPST Bantar Gerbang yang membutuhkan bantuan. Dengan munculnya
pandemi covid-19 ini, sampah seperti masker bekas pakai telah mulai menumpuk di sana.

“Tanpa adanya alat pelindung diri, pemulung dan petugas persampahan beserta keluarganya terancam untuk tertular virus serta penyakit lainnya yang disebabkan oleh tercampurnya sampah infeksius seperti masker, tisu, dan jenis sampah lainnya, ” jelas tempat.

Head of PR & Partnership Kitabisa. com Iqbal Hariadi mengatakan hingga saat tersebut, berbagai bantuan dari donasi ribuan orang baik melalui Kitabisa telah disalurkan untuk berbagai pihak dengan terdampak covid-19.

“Meski demikian, penggalangan dana masih langsung berjalan, terutama untuk para praktisi informal yang tidak bisa berlaku dari rumah seperti petugas persampahan. Kami butuh gotong royong habis-habisan, ” tambah dia.

Donasi yang terkumpul melalui Kitabisa. com nantinya digunakan untuk membantu penyediaan berbagai kebutuhan, seperti masker kain guna ulang, sabun basuh tangan, hand sanitizer, sarung lengah karet/kain serta kebutuhan kesehatan semacam buah, vitamin, dan susu untuk pemulung, petugas persampahan, beserta keluarganya.

c

“Teknis penyaluran donasi ini bakal disesuaikan dengan donasi yang terkumpul. Kami juga mengajak teman-teman seluruh untuk membantu meringankan tugas itu dengan tetap memilah sampah kita dari rumah, ” pungkas dia.

Mengapresiasi

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Departemen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Rosa Vivien Ratnawati menyatakan pada menghadapi wabah pandemi covid-19 itu diperlukan upaya-upaya bersama dan mengangkat royong semua komponen bangsa.

Selaku perwakilan pemerintah, pihaknya sangat mengapresiasi gerakan-gerakan masyarakat mengikuti komunitas lingkungan yang menggalang persediaan khususnya untuk melindungi, mencegah, & memutus penularan covid-19 kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti pemulung dan petugas sampah.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan ini makin perhatiannya bagi teman-teman yang sehari dalam kegiatannya sangat memiliki risiko, yaitu pengelolaan sampah, ” cakap dia.

Ia menjelaskan, dalam hal ini juga Kementerian LHK telah mengeluarkan Surat Informasi Nomor SE. 2/MENLHK/PSLB/PLB. 3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbang Infeksius (B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Pandemi Coronavirus Disease (covid-19) yang tujuannya adalah untuk memastikan para pengelolapersampahan terlindungi.

Selain tersebut, pemerintah pun berharap agar bangsa dapat mencegah dan memutus penularan tersebut dengan mengelola sampah dengan baik, khususnya sampah masker dan lainnya.

“Bagi masyarakat yang sehat dan menggunakan disposable mask atau masker sekali pakai kami harapkan diguntung atau dipotong-potong kemudian dikemas yang rapi sebelum membuang masker bekas pakainya jadi mengurangi penyalahgunaan, ” jelas dia. (Gan/S3-25)