Siswa SD di Kupang KBM Memakai HT

, , Leave a comment

SEKOLAH Dasar (SD) Liliba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menyiasati persoalan mahalnya kuota internet dalam proses belajar menangani daring dengan memanfaatkan radio komunikasi dua arah atau handy talkie (HT). Penggunaan HT dalam cara belajar mengajar di sekolah itu dimulai, Jumat (14/8).

Para siswa dibagi dalam kaum kelompok, masing-masing kelompom diberikan satu unit HT. Sedangkan satu bagian HT lagi dipegang guru.

Ketua Daerah Radio Antarpenduduk Indonesia (RAPI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Simon Pelokila mengatakan logistik tersebut dipasang di SD Liliba Kupang sebagai bagian dari sokongan RAPI meminimalisir ketimpangan belajar-mengajar pada tengah pandemi covid-19.

“Orang tua siapkan android tapi tidak ada kuota internet jadi teman-teman dari RAPI melihat itu dan mengambilalih karena harga HT sangat murah dan tanpa kudu isi pulsa, Jaringannya pun lancar, ” kata Simon.

Menurutnya, seluruh siswa sudah memiliki pelatihan mengenai cara mengunakan HT selama satu minggu. “Kami berikan penjelasan detail kepada siswa jadi mereka dapat menggunakan radio hubungan ini dengan baik, ” ujarnya.

Kepala Sekolah Pokok Inpres Liliba, Yohanes Jogo Tukan menyebutkan KBM dengan HT sangat membantu wali, siswa dan tutor. “Selama ini KBM di SD Liliba menggunakan sistem online bagaikan google class room dan whatsapp, dan offline dengan berkunjung ke rumah siswa, tetapi belum maksimal, ” ujarnya. (R-1)