Sri Mulyani Tegaskan Komitmen Indonesia Hadapi Perubahan Iklim

, , Leave a comment

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah tetap berkomitmen dalam menangani rumor perubahan iklim yang terjadi walaupun pandemi merebak. Komitmen itu selalu beriringan dengan upaya pembangunan berkelanjutan yang dituangkan dalam kebijakan.

“Komitmen Indonesia terhadap perubahan iklim telah dinyatakan melalui Paris Agreement. Artinya, kami akan menekan karbon dioksida sebesar 26% dengan sumber daya kami sendiri serta hingga 42% penurunan dengan dukungan internasional masih terus dilaksanakan secara konsisten, ” ujar Sri Mulyani saat memberi sambutan dalam jadwal PLN Go Green and Sustainable secara virtual, Senin (2/11).

Hal itu juga sudah tertuang dalam kebijakan pemerintah untuk menggunakan energi terbarukan hingga 23% sebagai energi nasional di 2025. Hanya, saat ini, penggunaan energi terbarukan dinilai masih terlampau jauh dari target yang disusun tersebut.

Baca serupa: Membuka Akses Ujung Selatan Indonesia

Pasalnya, pada 2019, pengelolaan energi terbarukan di Indonesia baru mencapai 9, 15% di sektor kelistrikan serta itu baru setara 11% penerapan energi terbarukan dari total elektrik yang dihasilkan.

Sri Mulyani mengatakan itu merupakan suasana yang menantang dalam upaya mencapai target pemerintah.

“Indonesia bukannya kekurangan potensi. Saat ini, potensi energi terbarukan sebesar 442 gigawatt, namun kami hanya memakai 10, 4 Giga watt ataupun 2, 4%. Jadi pasti ada sesuatu yang bisa kami kerjakan lebih banyak, ” imbuhnya.

“Pasti ada sesuatu yang perlu kita ubah agar mampu digunakan dan memanfaatkan potensi yang sangat besar ini. Itu tidak hanya bagus untuk Indonesia. Akan tetapi ini juga bagus untuk dunia, ” sambungnya.

Hawa yang karib disapa Ani itu mengatakan, pemerintah menyediakan insentif bersifat tax allowance, tax holiday, beserta fasilitasi pembebasan impor bagi perusahaan yang menjajaki dan berinvestasi pada bidang energi terbarukan.

Selain itu, diberikan pula penanggalan pajak bumi dan bangunan bagi perusahaan yang mendukung tercapainya pendayagunaan energi terbarukan.

Biar demikian dengan transfer ke wilayah yang dapat digunakan untuk membikin infrastruktur energi terbarukan seperti biogas surya dan pembangkit listrik gaya panas bumi. Itu ditujukan agar pemerintah daerah dapat berinovasi untuk mendukung penggunaan energi terbarukan.

Oleh karenanya, Ani menolong upaya PT PLN dalam memotori penggunaan energi terbarukan. Tidak sekadar berfokus menyediakan dan mengalirkan listrik ke seluruh penduduk Indonesia, perseroan diharapkan mampu menjadi aktor pati dalam memproduksi energi listrik terbarukan.

“Saya juga ingin mendorong PT PLN agar tak hanya fokus menyediakan listrik 100% untuk seluruh penduduk, tapi sanggup mencapai bauran energi yang telah digariskan dalam rencananya sendiri, ” tuturnya.

“Pernyataan rencana PT PLN pada kerangka pembiayaan berkelanjutan, yang didukung penuh oleh Asian Development Bank (ADB). Beta senang PT PLN melakukannya, serta membuat langkah yang sangat penting dalam benar-benar tidak hanya memproduksi pernyataan niat, saya berharap tersebut akan diterjemahkan menjadi tindakan nyata, ” pungkas Ani. (OL-1)