TNI Manunggal Membangun Desa Tingkatkan Kontribusi Masyarakat

, , Leave a comment

PEMBANGUNAN nasional yaitu upaya meningkatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat, yang juga merupakan pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara, buat mewujudkan tujuan nasional. Pembangunan ialah suatu orientasi dalam kegiatan usaha memajukan kehidupan masyarakat. Selain itu, pembangunan merupakan pewujudan cita-cita negara mewujudkan masyarakat mandiri, makmur, benar, dan sejahtera secara merata di seluruh wilayah RI.

Tujuan pembangunan nasional, hakikatnya, melahirkan masyarakat yang makmur, adil, serta sejahtera seperti tercantum dalam Prakata UUD 1945 alinea IV, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia serta seluruh tumpah darah Indonesia, mengetengahkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian kekal, dan keadilan sosial, serta mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum pada alinea II Pembukaan UUD 1945.

Kaitannya mengenai bahan pembangunan yang kedua, yakni memajukan kesejahteraan umum.

Negeri sebagai penyelenggara negara berperan tetap menjalankan tugas sesuai amanat UU. Salah satu bentuknya, dengan dijalankan program TNI Manunggal Membangun Dukuh (TMMD). Tujuan utama program TMMD ialah pemerataan pembangunan nasional untuk lebih sejahtera, adil, dan gotong royong (partisipatif), serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

Penyelenggaraan TMMD merupakan penguatan pembangunan masyarakat melibatkan kelompok masyarakat, yang didukung peran lembaga pemerintah melalui model pendekatan pembangunan partisipatif. Masyarakat berpartisipasi sebagai pelaku utama melaksanakan program ini, maka masyarakat menggunakan seluruh kapasitas dan perannya untuk terlibat dalam serangkaian pembangunan.

Partisipasi masyarakat diartikan sebagai peran aktif dan sumbangsih masyarakat, baik berupa materiil maupun tenaga, sehingga diharapkan dengan partisipasi masyarakat kegiatan TMMD ini dapat berjalan sesuai tujuan awal program TMMD ini. Partisipasi masyarakat dalam membangun wilayahnya dapat terwujud dengan dibantu TNI.

Program TMMD saat ini dilaksanakan di empat kodim jajaran Kodam III/Siliwangi, yaitu di wilayah Kodim 0608/Cianjur, Kodim 0624/Kabupaten Bandung, Kodim 0620/Kabupaten Cirebon Jabar, serta Kodim 0602/ Serang, Banten.

Program itu merupakan program terpadu yang dilakukan seluruh personel TNI dari semua matra kesatuan, yang diprakarsai keempat kodim jajaran Kodam III/Siliwangi, dalam rangka membantu pemerintah dalam akselerasi pembangunan masyarakat, pengembangan wilayah teritorial, dan pemberdayaan masyarakat.

Pembangunan fisik dan nonfisik

Di program TMMD, pembangunan yang dikerjakan bukan hanya pembangunan fisik, memperbedakan juga nonfisik. Upaya pembangunan nonfi sik berupa kegiatan edukatif kalender TMMD, meningkatkan partisipasi masyarakat daerah. Program TMMD bersifat take and give. Pihak penyelenggara memberikan kebaikan program pada masyarakat, bersamaan mendapatkan umpan balik dari masyarakat tempat yang dapat memberikan manfaat buat TNI, baik pembangunan, pertanian, maupun kebudayaan.

Upaya edukatif pada program TMMD meliputi indikator kognitif, sikap, dan keterampilan. Pada indikator kognitif, penyelenggara mengupayakan bagian pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan penilaian.

Di dalam indikator afektif, penyelenggara mengupayakan dalam aspek penerimaan, tanggapan, penghargaan, pengorganisasian, dan karakterisasi berdasarkan nilai-nilai. Di dalam indikator keterampilan, penyelenggara mengupayakan aspek etos kerja, kesiapan kerja, mekanisme, respons kerja, penyesuaian, dan pendirian skill baru.

Melihat hasil pelaksanaan kegiatan TMMD ke-107 di Kodim 0608/Cianjur di Kampung Mekarmulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, yang dimulai pada 16 Maret-14 April 2020, dari hasil gotong royong bersama masyarakat, telah diselesaikan pengerasan jalan beton sepanjang besar km dan diperbaikinya empat unit rutilahu, rehab tempat ibadah, mengikuti renovasi MCK.

Selain melaksanakan pembangunan sarana fisik, kalender TMMD di wilayah Kodim 0608/Cianjur juga melakukan pemberdayaan untuk asosiasi dengan memberikan penyuluhan, seperti patokan dan kesehatan.

Pengamalan TMMD ke-107 2020 yang digelar di wilayah Kodim 0624/ Kabupaten Bandung telah menyelesaikan pembangunan ulama tembus sepanjang 2. 800 m dengan lebar 4 meter, yang menghubungkan Desa Bumiwangi dan Mekarlaksana, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, ataupun Lingkar Ciparay. Jalan baru itu bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif ketika Jalan Raya Laswi Ciparay mengalami kemacetan, terutama di bercak depan Alun- Alun Ciparay.

Selain untuk menghubungkan 3 desa, yaitu Bumiwangi, Mekarlaksana, serta Sagara Cipta di Ciparay, Pekerjaan Lingkar Nagreg ini menjadi galur alternatif bila ada kepadatan berserakan lintas sekaligus dapat membuka kanal kampung yang terisolir, untuk membakar laju perekonomian masyarakat.

Sementara itu, di wilayah Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, TMMD yang dijalankan di Desa Wiyong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, telah menyelesaikan pengaspalan jalan sepanjang 300 meter, dan pengerasan jalan desa sepanjang 700 meter. Lalu, pembuatan TPS, rehab rutilahu, pembuatan tiga unit pos kamling, dan satu unit pangkalan PAUD. Beberapa kegiatan nonfisik juga dilaksanakan satgas TMMD secara mengangkat royong dengan berbagai komponen dengan ada di wilayah Kabupaten Cirebon.

Tempat pelaksanaan TMMD ke-107 keempat, yaitu di provinsi Kodim 0602/Serang, tepatnya di Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Terjang. Di Desa ini menyelesaikan pendirian jalan sepanjang 3. 000 m dengan lebar jalan 6 m. Selain itu, juga perbaikan rutilahu, MCK, masjid, jembatan, dan gorong-gorong. Lalu, pemasangan paving block mengikuti perbaikan musala.

Daripada seluruh kegiatan, hampir 100% rencana TMMD dicapai sebelum batas simpulan penutupan. Dapat dikatakan, partisipasi rajin masyarakat di empat daerah tersebut sangat baik, antusias dan antusias.

Memelihara hasil pembangunan

Dengan melihat hasil yang dicapai dari program TMMD ke-107 2020 di keempat desa tersebut, diharapkan pihak aparatur wilayah setempat sudah selayaknya memberikan pembinaan & monitoring rutin terhadap perubahan baik yang terjadi pada masyarakat pascaprogram TMMD.

Selain itu, terus tingkatkan pelayanan masyarakat dan kebutuhan masyarakat, serta dengan tetap mengajukan program pembangunan dan perluasan ke berbagai instansi ataupun sponsor untuk dapat menjaring mitra yang dapat membantu memajukan dan mengembangkan desa setempat.

Klub desa itu diharapkan dapat menanggung dan menjaga hasil pembangunan, baik pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, rumah ibadah, pos kamling, maupun pembangunan nonfisik seperti pemberdayaan puak, sosialisasi antinarkoba, serta kesadaran jaga negara dan budaya tertib patokan.

Setelah program TMMD ini masyarakat diharapkan dapat memakai hasil positif program ini seperti akses jalan yang baik buat dapat dijadikan peluang usaha dengan mampu meningkatkan pemasaran hasil pertanian serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.