Unpad Sudah Siapkan Relawan untuk Uji Klinis Vaksin Sinovac

, , Leave a comment

TIM Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran sudah menyiapkan subjek yang hendak dilibatkan dalam uji coba vaksin anticovid-19. Para ahli sudah menyabet nama 1. 620 orang sehat dari berbagai kelompok usia yang semuanya berdomisili di Bandung.

Ketua Tim Ujicoba Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil, menjelaskan, pihaknya tidak kesulitan pada menemukan subjek yang mau menjalani uji coba tersebut. Relawan dengan dipilihnya ini sudah terbiasa mendaftarkan percobaan vaksin bersama timnya.

Mereka merupakan orang-orang dengan berada di sekitar Unpad mulai dari dosen, staf pegawai, mahasiswa, hingga komunitas dan aktivis kelompok terkait kesehatan.

“Yang di sekitaran kita, jadi tidak terlalu sulit mencari, ” sebutan Rusmi di Bandung, Selasa (21/7).

Pihaknya pun tidak kesulitan dalam memberi pemahaman terpaut uji klinis ini. Sebab, menurut Kusnandi, para subjek kerap mendaftarkan uji klinis vaksin sebelumnya.

Tim FK Unpad, lanjut dia, sudah lebih dari 30 tahun aktif melakukan uji klinis. Rusmi membeberkan sudah banyak vaksin yang diuji coba dan semuanya merupakan vaksin asli Indonesia.

“Sudah sangat banyak, dekat semua vaksin yang dari program pemerintah, ” imbuhnya.

Namun, yang paling sering diuji coba pihaknya adalah antivirus hepatitis.

“Semuanya yang diproduksi Bio Farma. Sekarang baru pertama kali menguji klinis vaksin yang berasal dari luar negeri, ” ungkapnya.

Seperti diketahui, tes coba vaksin covid-19 asal Tiongkok ini akan dilakukan tim FK Unpad bersama Bio Farma. Eksekutif Utama Bio Farma Honesti Basyir meminta uji klinis vaksin buatan Sinovac Tiongkok ini berjalan lancar.

Jika ujicoba fase III ini lancar, maka BUMN Farmasi itu akan memproduksi pada kuartal perdana 2021. Uji klinis tahap belakang dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan, sehingga ditargetkan akan selesai pada Januari 2021.

“Bio Farma akan memproduksinya dalam kuartal pertama 2021 mendatang, dan kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya pada Bio Farma, ” kata Honesti.

Menurut dia, produksi vaksin tersebut akan dilakukan di dalam jumlah yang cukup banyak yaitu 250 juta dosis. Sinovac dipilih sebagai mitra karena memiliki platform/metode pembuatan vaksin yang sama.

“Yang digunakan oleh Sinovac, sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma saat itu. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah memiliki pengalaman di pembuatan vaksin seperti vaksin Pertusis, ” tuturnya.

Baca juga: Eijkman: Impor Vaksin Covid-19 untuk Penanganan Jangka Kompak

Bio Farma menerima 2. 400 vaksin Sinovac untuk kebutuhan fase uji klinis tahap III, bulan Agustus.

Kedatangan vaksin covid-19 dibanding Tiongkok ini tidak terlepas sebab dukungan Kementerian Badan Usaha Hak Negara (BUMN) dan Kementerian Asing Negeri RI. Vaksin yang hadir pada Minggu (19/7) kemarin, masih memerlukan beberapa tahapan lagi sebelum bisa dilakukan uji klinis di Agustus 2020.

Tahap yang masih harus dilewati itu antara lain pengujian di dalam Laboratorium Bio Farma dan beberapa perizinan lainnya. Uji klinis vaksin covid-19 akan dilaksanakan di Pusat Uji Klinis Fakultas Kedokteran Unpad dengan mengambil 1. 620 subjek.

Para relawan ini berusia antara 18-59 tahun dengan bervariasi kriteria tertentu. Sedangkan sisa dari vaksin tersebut akan digunakan buat uji coba di beberapa laboratorium seperti di Bio Farma & Pusat Pengujian Obat Dan Makanan Nasional (PPOMN).

Di uji klinis vaksin itu, Bio Farma berperan sebagai sponsor berangkulan dengan berbagai pihak antara lain dengan Badan Penelitian dan Perluasan Kesehatan RI (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan tubuh RI selaku medical advisor serta pelaksanaan uji titer antibodi netralisasi. Selain dengan Balitbangkes, Bio Farma juga bekerjasama dengan BPOM RI sebagai regulator dan FK Unpad sebagai insititusi yang sudah ulung dalam pelaksanaan uji klinis vaksin–vaksin yang beredar di Indonesia.

Pengembangan vaksin covid-19 ini merupakan satu dari lima skenario Bio Farma dalam menangani penyebaran virus SARS COV2 penyebab covid-19 antara lain produksi Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR), Terapi Plasma Konvalesen, Mobile Laboratorium BSL 3 dan Pembuatan Viral Transport Media (VTM). (OL-5)