Urusan Covid-19 di Jakarta Makin Dekati 24 Ribu Jiwa

, , Leave a comment

JUMLAH kasus konfirmasi secara total pada Jakarta pada hari ini sebanyak 23. 863 kasus nyaris mengarah 24 ribu kasus. Dari jumlah tersebut, 15. 006 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 908 orang meninggal dunia.

Penggandaan kasus positif pada hari ini merupakan hasil dari temuan sebesar 597 kasus. Adapun jumlah kejadian aktif di Jakarta saat ini sebanyak 7. 949 kasus (orang yang masih dirawat/isolasi).

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati memaparkan, berdasarkan petunjuk terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 6. 063 spesimen.

“5. 387 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 597 positif dan 4. 790 negatif. Dari 597 peristiwa positif tersebut, 111 adalah pengumpulan data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 41. 087. Total orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 40. 783, ” terangnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Mengucapkan juga: Flyover Tapal Pedati Bakal Beroperasi Desember Tahun Ini

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1. 000 karakter per 1 juta penduduk bola lampu minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum di dalam 10. 645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1. 521 orang per hari.

“Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan merupakan empat kali lipat standar WHO, ” imbuhnya.

Kedudukan wabah di sebuah daerah cuma bisa diketahui melalui tes. Desain tes-lacak-isolasi sangat penting dilakukan di dalam penanganan wabah. Jumlah tes dengan tidak memenuhi standar WHO berakibat makin banyak kasus positif yang tidak terlacak. Jakarta telah memenuhi standar itu, bahkan melebihinya.

Tes PCR di Jakarta dilakukan melalui kolaborasi 47 Laboratorium pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, dan swasta. Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes pada laboratorium BUMN dan swasta dengan ikut berjejaring bersama dalam penyeliaan sampel program.

Baca juga: BIN Menyelenggarakan Rapid Test Massal di Jakarta Daksina

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif seminggu terakhir di Jakarta sebesar tujuh, 4%, sedangkan Indonesia sebesar 15, 5%. WHO juga menetapkan penumpu persentase kasus positif tidak bertambah dari 5%. Namun, persentase peristiwa positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. (Put/A-3)